Jumat, 13 Juli 2012

Prof.Arthur Alison

Prof. Arthur Alison, adalah seorang profesor yang menjabat Kepala Jurusan Teknik ElektroUniversitas London. Sebagai orang eksak, beliau menganggap semua hal bisa dikatakan benar jika masuk akal dan sesuai rasio. Karena itulah, Pada mulanya agama baginya tak lebih dari objek pembelajaran semata. Sampai pada akhirnya beliau menemukan bahwa Al Quran, mampu menjangkau pemikiran manusia. Bahkan lebih dari itu. Maka dengan niat kuat beliau pun memeluk Islam. Kisah keislaman Prof. Arthur Alison bermula saat ia diminta tampil untuk berbicara tentang metode kedokteran spiritual.
Pada September 1985 itulah, beliau diundang untuk mengikuti Konferensi Islam Internasional
tentang ‘Keaslian Metode Pengobatan dalam Al Quran’di Kairo. Pada acara itu, Prof. Alison
mempresentasikan makalah tentang ‘Terapi dengan Metode Spiritual dan Psikologis dalam Al
Quran’. Makalah itu merupakan pembanding atas makalah lain tentang ‘Tidur dan Kematian’, yang bisa dibilang tafsir medis atas Quran surat Az Zumar ayat 42 yang disampaikan ilmuwan
Mesir, Dr. Mohammed Yahya Sharafi.Fakta-fakta yang dikemukakan Sharafi atas ayat yang artinya, “Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; Maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir.
Secara parapsikologis, seperti dijelaskan Al Quran, orang tidur dan orang mati adalah dua
fenomena yang sama. Yaitu dimana ruh terpisah dari jasad. Bedanya, pada orang tidur, ruh
dengan kekuasaan Allah bisa kembali kepada jasad saat orang itu terjaga. Sedangkan pada
orang mati, tidak. Ayat itu merupakan penjelasan, mengapa setiap orang yang bermimpi sadar dan ingat bahwa ia telah bermimpi. Ia bisa mengingat mimpinya, padahal saat bermimpi ia sedang tidur. Al Quran surat Az Zumar ayat 42 ini juga menjadi penjelasan atas orang yang mengalami koma. Secara fisik, orang yang koma tak ada bedanya dengan orang mati. Tapi ia tak dapat dinyatakan mati, karena secara psikis ada suatu kesadaran yang masih hidup.
“Bagaimana Al Quran yang diturunkan 15 abad silam, bisa menjelaskan sebuah fenomena yang
oleh teori parapsikologis baru bisa dikonsepsikan pada abad ini?” Jawaban atas pertanyaan
inilah yang akhirnya meyakinkan Professor Arthur Alison untuk memeluk Islam.
Selepas sesi pemaparan kesimpulan dalam konferensi itu, disaksikan oleh Syekh Jad Al-Haq,
Dr. Mohammed Ahmady dan Dr. Mohammed Yahya Sharafi, Beliaupun menyatakan dengan tegas bahwa Islam adalah agama yang nyata kebenarnya.
Terbukti, isi Al Quran yang merupakan firman Allah pencipta manusia, sesuai dengan faktafakta
ilmiah. Kemudian dengan yakin, beliau melafadzkan dua kalimat syahadat yang sudah sangat fasih Iabacakan. Sejak saat itu Prof. Alison pun menjadi seorang Muslim dan mengganti namanya menjadi Abdullah Alison. Sebagai Ketua Kelompok Studi Spiritual dan Psikologi Inggris, Beliau telah mengenal banyak agama melalui sejumlah studi yang dilakukan. Beliau mempelajari Hindu, Budha dan agama serta kepercayaan lainnya. Dengan keyakinan yg kuat beliau sangat yakin benar bahwa Islam sebuah agama besar yang nyata perbedaannya dengan agama lain. Agama yang paling baik diantara agama-agama lain. Ia cocok dengan hukum alam tentang proses kejadian manusia. Maka hanya Islam-lah yang pantas mengarahkan jalan hidup manusia., Ada sesuatu yang mengontrol alam ini. Dia itulah Sang Maha Pencipta Allah Swt. Dari pengalaman bagaimana Prof. Arthur ini mengenal dan masuk Islam, bias dikatakan pendekatan ilmiah Al Quran bisa menjadi sarana efektif untuk mendakwahkan Islam di Barat yang sungguh sangat rasional dalam memilih jalan hidup.