Minggu, 28 September 2014

KEBAHAGIAAN ITU



Menurut anda dimana letak kebahagiaan itu??? 


Seorang petani dan istrinya bergandengan tangan menyusuri jalan
sepulang dari sawah sambil diguyur air hujan, lewatlah sebuah motor di depan mereka, berkatalah petani ini pada istrinya "lihatlah bu, betapa bahagianya suami istri yang naik motor itu, meskipun
mereka juga kehujanan, tapi mereka bisa
cepat sampai dirumah , tidak seperti kita yang harus lelah berjalan untuk sampai kerumah".

Sementara itu pengendara sepeda motor dan istrinya yang sedang berboncengan
di bawah derasnya air hujan melihat sebuah mobil pick up lewat didepan mereka, pengendara motor itu berkata kepada istrinya "lihat bu, betapa bahagianya orang yang
naik mobil itu, mereka tidak perlu kehujanan seperti kita".

Di dalam mobil pick up yang dikendarai sepasang suami istri terjadi perbincangan
ketika sebuah mobil sedan Mercy lewat
dihadapan mereka "lihatlah bu, betapa bahagia orang yang
naik mobil bagus itu, mobil itu pasti nyaman di kendarai, tidak seperti mobil kita yang sering mogok".

Pengendara mobil Mercy itu seorang priakaya, dan ketika dia melihat sepasang suami istri yang berjalan bergandengan tangan di bawah guyuran air hujan, pria kaya itu berkata dalam hatinya "betapa bahagianya suami istri itu, mereka dengan mesranya berjalan bergandengan tangan sambil menyusuri
indahnya jalan di pedesaan ini, sementara aku dan istriku tidak pernah punya waktu untuk berdua karena kesibukan kami masing masing".

Kebahagiaan tak akan pernah kita miliki
jika kita hanya melihat kebahagiaan milik
orang lain,dan selalu membandingkan hidup kita dengan hidup orang lain. Bersyukurlah atas hidup ini, bersyukurlah
atas semua yg sudah kita miliki supaya kita tahu di mana kebahagiaan itu berada.


@aracimel

Minggu, 21 September 2014

Kalau ALLAH Itu Maha Baik, Kenapa Bikin Neraka ?

kalau ALLAH Itu Maha Baik, Kenapa Bikin Neraka ?


" Semua Harap Baca, Agar Tidak Tersesat "


Ini kisah nyata seorang gadis melayu yang dangkal ilmu pengetahuan Islamnya. Didaerah tersebut memberlakukan peraturan bagi pekerja di tempat umum seperti pasar, toko-toko perniagaan dan lain-lain bagi wanitanya diharuskan mengenakan jilbab dan menutup aurat dengan benar. Kerap kali pemerintah mengadakan pemeriksaan secara mendadak ditoko-toko dan pasar, bagi yang melanggar maka dikenakan denda.
Selain kena denda mereka yang melanggar aturan diberi nasehat dari sang ustadz yang bekerjasama dengan pemerintahan.
Suatu hari, seorang gadis tertangkap yang bekerja disebuah toko karena tidak menutup auratnya. Maka diapun kena denda. Setelah dia membayar denda, ustadz ini pun menasehati, "Setelah ini, saya harap saudari bisa insaf dan mentaati peraturan. Peraturan ini bukan semata dari aturan pemerintah melainkan menutup aurat juga perintah Allah Swt. Ringkasnya kalau kita mentaati perintahNya maka akan selamat dan berbalas surga. Sebaliknya jika durhaka maka akan celaka dan balasan neraka."
Gadis tersebut yang awalnya mendiamkan diri, tiba-tiba membentak ustadz
"Kalau Tuhan itu betul-betul baik, kenapa bikin neraka? Kenapa tidak sediakan surga saja? Seperti itukah Tuhan penyayang?".
Mungkin dari tadi gadis itu sudah panas telinganya dinasehati oleh ustadz terlebih habis terkena denda.
Ustadz itu tertunduk dan berfikir,
"Bahaya anak ini kalau didiamkan akan rusak akhlaknya."
Setelah habis gadis itu mengomeL, ustadz pun menjawab,
"Saudariku, kalau Tuhan tidak bikin neraka, saya tidak akan jadi ustadz. Berapa sen saja gaji seorang ustadz? Lebih baik saya jadi bandar judi yang gampang dapat uang, hidup senang, lepas matipun tak risau sebab dijamin masuk surga. Mungkin kau juga bisa saya culik dan dijual jadi pelacur. Kalau mau lari, saya bunuh saja. Tak apa, sebab neraka tak ada. Nanti kita jumpa lagi disurga. Kan Tuhan itu baik."
Gadis itu terkejut mendengar jawaban ustadz, bicara macam apa itu ??
"Saudariku, perkara tadi akan terjadi seandainya surga saja yang tersedia. Orang jahat, orang baik semua masuk surga. Maka, apa gunanya berbuat baik? Orang jahat lagi gampang, manusia tak lagi diuji sebab semua orang akan lulus, percuma. pembunuh akan berjumpa lagi dengan yang dibunuh didalam surga, perampok berjumpa Lagi dengan yang dirampok didalam surga. Tak ada yang menerima hukuman.
Apakah Tuhan yang seperti ini yang kamu mau? Kamu rasa adilkah?" Tanya ustadz.
"Mana adil seperti itu. Orang jahat gak akan lepas begitu saja." Rungut si gadis.
Ustadz tersenyum "Jika Tuhan tidak adil, bolehkah dianggap baik? Saudariku, saya kasih nasehat karena saya sayang sesama umat Islam. Allah itu maha penyayang tapi Dia juga maha adil karena itu Neraka perlu terwujud untuk menghukum hamba-hambanya yang durhaka, yang menzalimi diri sendiri dan orang lain.
Kita sedang diuji didunia ini. Jasad kita bahkan segala-galanya milik Allah. Maka bukan hak kita untuk berbuat sesukanya. Apa yg dipinjamkan olehNya pasti akan diambil kembali olehNya."
Semoga kita dapat bersabar dalam mentaati perintahNya untuk kebaikan dunia akherat. Aamiin Ya Robbal Alammiin

@aracimel

Minggu, 13 Juli 2014

kisah mengharukan dari Palestina


Ini adalah kisah tentang seorang siswi di sebuah sekolah putri di Palestina. Hari itu dewan sekolah berkumpul seperti biasanya. Di antara keputusan dan rekomendasi yang dikeluarkan dewan dalam pertemuan ini adalah pemeriksaan mendadak bagi siswi di dalam aula. Dan benar, dibentuklah tim khusus untuk melakukan pemeriksaan dan mulai bekerja. Sudah barang tentu, pemeriksaan dilakukan terhadap segala hal yang dilarang masuk di lingkungan sekolah seperti hand phone berkamera, foto-foto, gambar-gambar dan surat-surat cinta serta yang lainnya.
Keamanan saat itu nampak normal dan stabil, kondisinya sangat tenang. Para siswi menerima perintah ini dengan senang hati. Mulailah tim pemeriksa menjelajah semua ruangan dan aula dengan penuh percaya diri. Keluar dari satu ruangan masuk ke ruangan lainnya. Membuka tas-tas para siswi di depan mereka. Semua tas kosong kecuali berisi buku-buku, pena dan peralatan kebutuhan kuliah lainnya. Hingga akhirnya pemeriksaan selesai di seluruh ruangan kecuali satu ruangan. Di situlah bermula kejadian. Apakah sebenarnya yang terjadi ???
Tim pemeriksa masuk ke ruangan ini dengan penuh percaya seperti biasanya. Tim meminta izin kepada para siswi untuk memeriksa tas-tas mereka. Dimulailah pemeriksaan.
Saat itu di ujung ruangan ada seorang siswi yang tengah duduk. Dia memandang kepada tim pemeriksa dengan pandangan terpecah dan mata nanar, sedang tangannya memegang erat tasnya. Pandangannya semakin tajam setiap giliran pemeriksaan semakin dekat pada dirinya. Tahukah anda, apakah yang dia sembunyikan di dalam tasnya ???
Beberapa saat kemudian tim pemeriksa memeriksa siswi yang ada di depannya. Dia pun memegang sangat erat tasnya. Seakan dia mengatakan, demi Allah mereka tidak akan membuka tas saya. Dan tiba lah giliran pemeriksaan pada dirinya. Dimulailah pemeriksaan.
Tolong buka tasnya anakku, kata seorang guru anggota tim pemeriksa. Siswi itu tidak langsung membuka tasnya. Dia melihat wanita yang ada di depannya dalam diam sambil mendekap tas ke dadanya. Barikan tasmu, wahai anakku, kata pemeriksa itu dengan lembut. Namun tiba-tiba dia berteriak keras: tidak … tidak … tidak …
Teriakan itu memancing para pemeriksa lainnya dan merekapun berkumpul di sekitar siswi tersebut. Terjadilah debat sengit: berikan … tidak … berikan … tidak …
Adakah rahasia yang dia sembunyikan??? Dan apa yang sebenarnya terjadi???
Maka terjadilah adegan pertarungan tangan untuk memperebutkan tas yang masih tetap berada dalam blockade pemiliknya. Para siswi pun terhenyak dan semua mata terbelalak. Seorang dosen wanita berdiri dan tangannya diletakan di mulutnya. Ruangan tiba-tiba sunyi. Semua terdiam. Ya Ilahi, apakah sebenarnya yang ada di dalam tas tersebut. Apakah benar bahwa si Fulanah (siswi) tersebut ….
Setelah dilakukan musyawarah akhirnya tim pemeriksa sepakat untuk membawa sang siswi dan tasnya ke kantor, guna melanjutkan pemeriksaan yang barang kali membutuhkan waktu lama …
Siswi tadi masuk kantor sedang air matanya bercucuran bagai hujan. Matanya memandang ke arah semua yang hadir di ruangan itu dengan tatapan penuh benci dan marah. Karena mereka akan mengungkap rahasia dirinya di hadapan orang banyak. Ketua tim pemeriksa memerintahkannya duduk dan menenangkan situasi. Dia pun mulai tenang. Dan kepala sekolah pun bertanya, apa yang kau sembunyikan di dalam tas wahai anakku …?
Di sini, dalam saat-saat yang pahit dan sulit, dia membuka tasnya. Ya Ilahi, apakah gerangan yang ada di dalamnya??? Bukan. Bukan. Tidak ada sesuatu pun yang dilarang ada di dalam tasnya. Tidak ada benda-benda haram, hand phone berkamera, gambar dan foto-foto atau surat cinta. Demi Allah, tidak ada apa-apa di dalamnya kecuali sisa makanan (roti). Ya, itulah yang ada di dalam tasnya.
Setelah ditanya tentang sisa makanan yang ada di dalam tasnya, dia menjawab, setelah menarik nafas panjang.
“Ini adalah sisa-sisa roti makan pagi para siswi, yang masih tersisa separoh atau seperempatnya di dalam bungkusnya. Kemudian saya kumpulkan dan saya makan sebagiannya. Sisanya saya bawa pulung untuk keluarga saya di rumah …Ya, untuk ibu dan saudara-saudara saya di rumah. Agar mereka memiliki sesuatu yang bisa disantap untuk makan siang dan makan malam. Kami adalah keluarga miskin, tidak memiliki siapa-siapa. Kami bukan siapa-siapa dan memang tidak ada yang bertanya tentang kami. Alasan saya untuk tidak membuka tas, agar saya tidak malu di hadapan teman-teman di ruangan tadi.”
Tiba-tiba suara tangis meledak ruangan tersebu. Mata semua yang hadir bercucuran air mata sebagai tanda penyesalan atas perlakukan buruk pada siswi tersebut.
Ini adalah satu dari sekian banyak peristiwa kemanusiaan yang memilukan di Palestina. Dan sangat mungkin juga terjadi di sekitar kehidupan kita. Kita tidak tahu, barang kali selama ini kita tidak peduli dengan mereka. Doa dan uluran tangan kita, setidaknya bisa sedikit meringankan penderitaan mereka. Khususnya saudara-saudara kita di Palestina yang hingga kini terus dilanda tragedi kemanusiaan akibat penjajahan Zionis Israel.
-------------------------------------------------------------------------
Semoga Bermanfaat!

Minggu, 29 Juni 2014

Anak Ustad dan keluhan sahabatnya



Abdullah adalah anak Ustad yg cukup terkenal dikampungnya,
dia sangat sering menjadi tempat bertanya dan berkeluh kesah sahabatnya...
suatu ketika disaat jam istirahat ada sahabat yang bernama Hasan teman sekelas Abdullah mengadukan masalahnya kepada Abdullah...

Hasan : Abdullah, saya punya suatu masalah tolonglah bantu saya menyelesaikan masalah saya!

Abdullah : apa masalah kamu hasan, Insya Allah saya akan bantu.

Hasan : begini Abdullah bagaimana caranya saya mensyukuri kamar saya padahal kamar saya sangat sempit...

Abdullah : saya ada satu solusi, tapi berjanjilah kamu akan menlaksanakan setiap solusi yang saya berikan!

Hasan : ya katakanlah apakah solusinya hai Abdullah.

Abdullah : baiklah kalau begitu, saya memimnjakan sepeda saya kepada kamu dan bawalah sepeda saya ini sepulang sekolah dan simpanlah dikamar kamu dan jangan keluarkan sampai aku menyuruhmu mengeluarkannya.

hasan merasa aneh dg nasihat Abdullah,namun dikarenakan kepercayaannya kepada Abdullah, ia langsung mengikuti solusi yg diberikan oleh Abdullah.

Keesokan paginya, disaat pelajaran belum dimulai Hasan mendatangi Abdullah.

Hasan : wahai Abdullah, sungguh solusi dari kamu hanya membuat kamar saya semakin terasa sempit.

Abdullah : tenanglah Hasan, selepas pulang sekolah mampirlah kerumahku ada sesuatu yang ingin aku pinjamkan kepadamu.

Hasan : baiklah kalau begitu.

Setelah pulang sekolah Abdullah mengambil meja belajarnya dan menyuruh agar Hasan membawanya dan menyimpannya dirumahnya.
Keesokan paginya Hasan mendatangi Abdullah kembali mendatangi Abdullah.

Hasan : wahai Abdullah sungguh kamarku terasa semakin sempit dg solusimu yang kedua ini

Abdullah : tenanglah Hasan, dirumahku ada satu lemari pakaian, bawalah nanti pulang kerumahmu dan simpanlah selama 3 hari.

Hasan mematuhi apa yang dikatakan Abdullah, ia menyimpan lemari pakaian tersebut didalam kamarnya selama 3 hari, setelah itu Hasan kembali mendatangi Abdullah dan menyampaikan keluhannya.

Hasan : wahai Abdullah, sungguh kamarku terasa semakin sempit, setelah aku mengikuti semua solusi yang kamu berikan..

Abdullah : tenanglah Hasan, nanti setelah pulang sekolah, aku akan mengambil kembali meja belajar ku, dan lihatlah apa yg terjadi setelah itu.

Keesokan harinya setelah Abdullah mengambil meja belajarnya dari Hasan, Hasan kembali mendatangi Abdullah dg wajah yg sedikit ceria.

Hasan : wahai Abdullah, sungguh sekarang aku merasa kamarku menjadi jauh lebih lapang dari sebelumnya.

Abdullah : Alhamadulillah, Kalau begitu nanti sepulang sekolah izinkan aku mengambil sepedaku kembali dari kamarmu.

Hasan : ya silahkan.

Keesokan harinya lagi, hasan mendatangi Abdullah dg wajah yg jauh lebih ceria dibandingkan kemaren.

Hasan : sungguh Abdullah sekarang kamarku terasa jauh lebih lapang dibandingkan sebelumnya, terimakasih Abdullah atas solusimu.

Abdullah :Alhamdulillah, kalau begitu jika kamu benar sudah merasa lebih baik, maka izinkalah aku untuk mengambil kembali lemari pakaianku.

Hasan : ya silahkan Abdullah.

Keesokan harinya, Hasan kembali mendatangi Abdullah dg wajah yg penuh dg kegembiraan


Hasan : Alhadulillah, terimakasih Abdullah atas nasihat yang engkau berikan, sungguh sekarang aku sudah merasa lebihbaik, dan lebih bisa mensyukuri kamar yang diberikan Allah kepadaku.

Abdullah : Alhamdulillah, aku turut bergembira dengan keadaan kamu sekarang Hasan. Sebenarnya yang menjadikan kita tidak mau mensyukuri nikmat Allah adalah karena kita tidak mau membayangkan hal yg jauh lebih buruk  yang bisa saja terjadi kepada kita. Padahal rejeki itu ada dua, pertama rejeki yang berupa kebaikan dari Allah dan yg kedua rejeki berupa keburukan yang tidak ditimpakan Allah kepada kita. Maka senantiasa bersyukurlah disetiap saat!

Diangkat dari kisah 1001 kisah Abu Nawas.

Kamis, 26 Juni 2014

debat doktor muslimah vs pewawancara jail

seorang doktor Muslimah berjilbab
diwawancarai wartawan asing yang menyatakan
pakaiannya itu tidak mencerminkan pengetahuannya
pewawancara berkata "kami berkesimpulan jilbab itu simbol keterbelakangan dan kemunduruan"
doktor Muslimah itu menjawab dengan cerdas dan mengatakan
 "manusia diawal masa hampir telanjang, bersamaan dengan perkembangan ilmu pengetahuan mulai mengenakan busana,
apa yang saya kenakan ini sebenarnya adalah
lambang kecanggihan dan kemajuan berpikir
yang telah dicapai manusia berabad abad lamanya
adapun ketelanjangan adalah simbol keterbelakangan dan
kembalinya manusia kepada kejahilan
seandainya ketelanjangan itu simbol kemajuan
maka bisa dikatakan binatang telah mencapai puncak peradaban"

Selasa, 24 Juni 2014

Kisah seseorang dikejar Singa didalam sumur "Luqmanul Hakim"

kita itu ibaratkan seseorang yang dikejar Singa di hutan yang luas
kita hanya bisa berlindung darinya disebuah sumur tua
yang didalamnya ada akar-akar yang sudah tua
kita hanya bisa bergelantungan diakar tersebut
karna dibawah sumur itu terdapat ular besar yang sedang menununggu kita terjatuh
sementara diatas kita ada tikus hitam dan putih yang sedang menggigiti
akar yang menjadi tempat kita bergelantungan
kemudian didepan kita ada madu yang sangat manis
ketika kita mencicipinya kita langsung melupakan
singa, ular, akar, dan tikus hitam dan putih tersebut

nb: Singa adalah maut yang selalu mengejar kita
akar adalah umur kita
tikus hitam adalah malam
tikus putih adalah siang yang terus menggerogoti umur kita
sementara ular adalah kubur yang setia untuk menunggu kita mendatanginya