Minggu, 04 Januari 2015

LOGIKA "5,5M perbulan"

Bissmillah…







Kita, manusia dan makhluk bernafas lainnya menghirup udara yang terdiri dari oksigen dan nitrogen.
Selanjutnya di bagian alveoli dari paru-paru, darah kita hanya mengambil oksigen. Gas-gas lain semisal nitrogen, CO2, dan lainnya dibuang melalui hembusan nafas. Walaupun tetap ada nitrogen yang terlarut di darah tidak akan bereaksi karena sifat N2 yang inert/sulit bereaksi. 


Sahabat, pernahkah kita mencoba menanyakan harga oksigen di apotik? Jika belum tahu, Rp 25.000/ltr.


Dan pernahkah kita menanyakan harga nitrogen di apotik? Jika belum tahu, Rp 9.950/ltr.
Taukah bahwa dalam sehari manusia menghirup 2,880 liter oksigen & 11,376 liter nitrogen? So, mari sedikit bermatematis!

2,880 x Rp 25.000 = Rp 72.000.000,-
11,376 x Rp 9,950 = Rp 113.191.200,-

Jadi total biaya untuk bernafas 1 hari adalah Rp 72.000.000 + Rp 113.191.200 = Rp 185.191.200,-
Kalau sebulan, 30 x Rp 185.191.200 = Rp 5.555.736.000,-
Kalau per satu tahun adalah, 365 hari x Rp 185.191.200 = Rp 67.594.788.000,-

Jadi jika kita hargai dengan rupiah, maka oksigen & nitrogen yang kita hirup mencapai Rp 185 juta/hari, Rp 5,5 milyar/bulan dan Rp 67,5 milyar/tahun.
Coba tanyakan pada diri kita masing-masing, sudah berapa lamakah kita hidup di bumi Allah ini, dan berapakah biaya yang harus kita keluarkan untuk membayar oksigen yang sudah kita hirup?
Sungguh… manusia pada hakekatnya lemah, tidaklah layak berlaku sombong. Orang yang paling kaya sekalipun tidak akan sanggup membiayai napas hidupnya.
Baru dihitung dari biaya napas, belum biaya-biaya yang lainnya.
MASIHKAH KITA BELUM MAU BERSYUKUR?

Sungguh Allah Maha Pemurah atas segala karunia-Nya, tak terkecuali nikmat udara yang kita hirup setiap detiknya.
Untuk semua itu Allah hanya mewajibkan kita membayar zakat setiap tahunnya, dan itupun masih banyak manusia yang mengingkarinya.
“Dan jika kamu menghitung hitung nikmat Allah niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”
(
QS.An-Nahl:16-18)

Rabu, 03 Desember 2014

Syiah terdiam

“Di Zaman Rasul, Orang Syiah Suka Mencuri Sandal”

TELAH diadakan diskusi antara tujuh ulama Syiah di depan ulama Ahlu Sunnah atas undangan Presiden Iran. Diskusi ini diadakan untuk mengetahui titik perbedaan antara dua kelompok tersebut.
Ketika seluruh ulama Syiah telah hadir, akan tetapi tak satupun ulama Sunni yang datang.
Tiba-tiba masuklah seorang yang membawa sepatu di bawah ketiaknya. Ulama Syiah terheran-heran, kemudian mereka bertanya, “Kenapa kamu membawa sepatumu?”
Orang itu menjawab: “Saya tahu bahwa orang Syiah itu suka mencuri sandal di zaman Rasulullah.”
Ulama Syiah saling pandang terheran-heran akan jawaban itu. Mereka kemudian berkata: “Tapi di zaman Rasul belum ada Syiah…”
Orang itu menjawab lagi: “Kalau begitu diskusi telah selesai. Dari manakah datangnya ajaran agama kalian? Kalau di zaman Rasulullah tidak Ada Syiah.”
Semua ulama Syiah diam.
Ternyata orang yang datang membawa sepatu tersebut adalah Ahmad Deedat, da’i besar dan Kristolog dunia. Rahimahullah. [dedih mulyadi/islampos]

Senin, 01 Desember 2014

JANGAN RAGU TINGGALKAN MUSIK


# JANGAN RAGU TINGGALKAN MUSIK #

=Bismillah=


◕ Jika Yusuf Estes dapat meninggalkan musik, padahal ia memiliki BISNIS di dunia permusikan….

◕ Jika Dr. Bilal Phillips dapat meninggalkan musik, padahal dahulunya dia adalah LEAD GUITARIST rock band..

◕ Jika akh Amir Junayd Muhadits (Loon), dapat meninggalkan musik; padahal ia adalah RAPPER TERKENAL…

◕ Jika Akh Mutah Wassin Shabaazz Beale (Napolean) bisa meninggalkan “hood-life” & karir rapnya yang gemilang bersama rapper yang sangat terkenal “2pac”…

◕ Maka KITA… YANG HANYA PENDENGAR/PENIKMAT musik… INSYAA ALLAAH.. akan sangat mudah untuk meninggalkannya, DIBANDING MEREKA!…

Rasuulullaah shallallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

إِنَّكَ لاَ تَدَعُ شَيْئًا إتِّقَاءً للهِ تَعَالَى إِلاَّ أَعَطَاكَ الله عَزَّ وَجَلَّ خَيْرًا مِنْهُ

“Sesungguhnya tidaklah engkau tinggalkan sesuatu karena takut kepada Allah, kecuali Allah memberimu yang lebih baik daripadanya.”

(HR. Ahmad, bayhaqiy, dan selainnya; dishahiihkan syekh muqbil)

‘Ubay bin Ka’ab radhiallahu `anhu berkata,

‘Tidaklah seorang hamba meninggalkan sesuatu karena Allah kecuali Allah menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik daripadanya dari arah yang tiada disangka-sangkanya.

Dan tidaklah seorang hamba menganggap remeh hal yang diharamkan, sehingga ia mengambil yang tidak baik kecuali Allah memberinya sesuatu yang lebih berat daripadanya’.

(Diriwayatkan dalam az Zuhd, al Hilyah dan selainnnya; dengan sanad yang tidak mengapa).

‘Abdullah ibn ‘Umar radhiyallahu ‘anhumaa berkata:

“Tidaklah seorang hamba meninggalkan sesuatu karena Allah, tidak ia tinggalkan kecuali karena-Nya, niscaya Allah menggantinya dengan yang lebih baik daripada-Nya dalam hal agama maupun dunianya.”

(Dirawayatkan dalam al Hilyah).

Seorang tabi’in yang mulia, Qatadah bin Da’amah As-Sadusi berkata,

‘Tidaklah seseorang mampu dan berkesempatan melakukan yang haram kemudian dia meninggalkannya semata-mata karena takut kepada Allah, kecuali Allah menyegerakan gantinya di dunia, sebelum kelak di akhirat dengan sesuatu yang lebih baik daripadanya’.

____

Bahaya Nyanyian dan Musik :

Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu hafidzahullaah mengatakan, “Agama Islam tidaklah mengharamkan sesuatu melainkan karena disitu ada bahayanya.” Bahaya nyanyian dan musik ada banyak sekali, dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullaah menyebutkannya sebagai berikut:

1. Musik adalah khamr bagi jiwa yang bereaksi terhadap jiwa melebihi reaksi yang ada pada arak. Bila jiwa sudah terhanyut dengan suara nyayian yang dapat membuatnya menghalalkan syirik serta condong kepada kejahatan dan kedzaliman, maka mereka pun berbuat syirik, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah Ta’ala, dan berzina. Tiga bahaya ini banyak sekali terjadi pada orang yang senang mendengarkan musik.

2. Pada umumnya, syirik terjadi pada orang yang bernyanyi dan mendengar nyanyian adalah mereka yang mencintai biduan (penyanyi) seperti mencintai Allah Azza wa Jalla (yakni menjadikan penyanyi sebagai idola).

3. Nyanyian dikatakan keji karena nyanyian adalah jampi-jampi zina (sebagai jalan menuju zina) dan sebagai sebab terbesar jatuhnya seseorang ke dalam perbuatan keji, seperti meminum khamr dan lainnya.

4. Dengan nyanyian dan musik dapat membuat orang bertengkar, bahkan saling membunuh.

5. Mendengarkan nyanyian dan musik tidak mendatangkan manfaat sama sekali, tidak bermanfaat bagi hati dan tidak ada maslahatnya sama sekali. Bahkan telah banyak membawa kepada kesesatan dan kerusakan.

6. Syaithan telah menghiasi pecandu musik.

7. Nyanyian dan musik melalaikan manusia dari mengingat Allah (dzikrullah) dan membuat hati menjadi keras.

8. Nyanyian dan musik melalaikan dan mencegah manusia dari melaksanakan kewajiban kepada Allah Ta’ala.

Semoga bermanfaat

Rabu, 26 November 2014

Kwik Kian Gie: "Istilah 'BBM Bersubsidi' adalah Pembohongan Publik!"

Kwik Kian Gie: "Istilah 'BBM Bersubsidi' adalah Pembohongan Publik!"



Berapa sebenarnya keuntungan Pemerintah dari minyak (asumsi bensin premium)?
1 barel = 159 liter
1 USD = Rp12.000
Menurut Kwik Kian Gie, biaya untuk mengangkat minyak dari perut bumi (lifting) + biaya pengilangan (refining) + biaya transportasi rata-rata ke semua pompa bensin adalah 10 USD, atau jika dalam rupiah 10 : 159 x 12.000 = Rp754,7 dibulatkan = Rp755/liter. Jadi sebenarnya dengan menjual premium Rp6.500/liter, Pemerintah sudah untung sebesar 6.500 - 755= Rp5.745/liter. Sekarang tinggal dikalikan berapa liter kebutuhan (konsumsi) dalam negeri, itulah 'keuntungan' yang diperoleh Pemerintah dari hasil jualan bensin premium pada rakyatnya sendiri!

Minyak dari perut bumi sendiri dan menurut UUD’45 Pasal 33 untuk kesejahteraan rakyat Indonesia: jangankan GRATiS, malah rakyat disuruh beli dengan harga Rp6.500? Sekarang Pemerintah mau ambil untung berapa rupiah lagi dengan menaikkan BBM menjadi Rp9.500?

Subsidi itu ada kalau Pemerintah merugi, artinya harus ‘nombokin’ (memberi bantuan tunai). Kenyataannya dengan menjual Rp6.500 per liter, Pemerintah masih untung, bahkan untung besar. Lantas, di mana letak subsidinya? Pemerintah selalu bilang “Rugi, tekor, dll…!” Di mana ruginya? Di mana tekornya? Istilah 'BBM bersubsidi' adalah pembohongan publik!

Sekarang yang juga jadi pertanyaan adalah “Adakah negara-negara di dunia ini yang menjual minyaknya (untuk konsumsi dalam negerinya) dengan harga di bawah harga pasar (harga New York Mercantile Exchange/NYMEX)?” Jawabnya ada! Beberapa negara yang menjual minyak di bawah harga NYMEX, di antaranya:
* Venezuela Rp585/liter
* Turkmenistan Rp936/liter
* Nigeria Rp1.170/liter
* Iran Rp1.287/liter
* Arab Saudi Rp1.404/liter
* Libya Rp1.636/liter
* Kuwait Rp2.457/liter
* Qatar Rp2.575/liter
* Bahrain Rp3.159/liter
* Uni Emirat Arab Rp4.300/liter

Selama bertahun-tahun, rakyat cuma ‘dikibulin’ Pemerintah! Dan ini akan terus berlanjut pada masa pemerintahan Jokowi, bahkan semakin PARAH dengan rencana menaikkan harga BBM menjadi Rp9.500....!

So....
STOP 'bodohi' rakyat!
TOLAK kenaikan harga BBM!

Sabtu, 11 Oktober 2014

"WARISAN KAOS KAKI SOBEK.."



Al-Kisah seorang kaya raya (Milyader), sedang sakit parah.. menjelang ajal menjemput dikumpulkanlah anak-anak tercintanya...
Beliau berwasiat: Anak-anakku... jika ayah sudah dipanggil yang Maha Kuasa, ada 1 permintaan ayah kepada kalian "tolong di pakaikan kaos kaki kesayangan ayah, walaupun kaos kaki itu sudah robek, ayah ingin pake barang kesayangan semasa bekerja di kantor ayah dan minta kenangan kaos kaki itu dipake bila ayah dikubur nanti.
Singkat cerita Akhirnya sang Ayah meninggal dunia.
Saat mengurus Jenazah dan saat mengkafani, anak-anaknya minta ke pak modin untuk memakaikan kaus kaki yang robek itu sesuai wasiat ayahnya.
Akan tetapi pak modin menolaknya: "maaf secara syariat hanya 2 lembar kain putih saja yang di perbolehkan dipakaikan kepada mayat.."
Terjadi diskusi panas antara anak-anak yang ingin memakaikan kaos kaki robek dan pak modin yang juga ustad yang melarangnya.
Karena tidak ada titik temu dipanggilah penasihat keluarga sekaligus notaris.
Beliau menyampaikan: "sebelum meninggal bapak menitipkan surat wasiat, ayo kita buka bersama-sama siapa tahu ada petunjuk.." Maka dibukalah surat wasiat alm milyader buat anak-anaknya yang di titipkan kepada Notaris tersebut.
Ini bunyi isi surat wasiatnya :
“Anak-anakku pasti sekarang kalian sedang bingung, karna dilarang memakaikan kaus kaki robek kepada mayat ayah kaan..?"
"Lihatlah anak-anakku padahal harta ayah banyak, uang berlimpah, beberapa mobil mewah, tanah dan sawah di-mana2, rumah mewah banyak..tetapi tidak ada artinya ketika ayah sudah mati"
"Bahkan kaus kaki robek saja tidak boleh dibawa mati. Begitu tidak berartinya dunia, kecuali amal ibadah kita, sedekah kita yang ikhlas"
"Anak-anakku inilah yang ingin ayah sampaikan agar kalian tidak tertipu dengan dunia yang sementara"
"Salam sayang dari Ayah yang ingin membuat kalian menjadikan dunia sebagai jalan menuju Alloh SWT...."
Semoga mengingatkan kita...
Harta memang tak bisa dibawa mati.. tapi harta yang dipake untuk kegiatan-kegiatan ibadah amalannya akan selalu dibawa mati/ tersambung terus sampe pemiliknya mati.
Maka tetaplah berusaha menjadi kaya karna makin banyak harta makin banyak amalan ibadah yang bisa kita bawa terus sampai mati...”
Semoga bermanfaat

Jumat, 03 Oktober 2014

binatang yang disembelih secara syariat islam tidak merasakan sakit sama sekali.

Ternyata Hewan Qurban Tidak Merasa Sakit Ketika Di Sembelih

Benarkan para binatang yang disembelih itu merasakan sakit??
Ternyata sebuah penelitian menunjukan jawaban yang mengejutkan bahwa binatang yang disembelih secara syariat islam tidak merasakan sakit sama sekali.
Penelitian ini dilakukan oleh dua orang staff peternakan dari Hannover University, sebuah Universitas terkemuka di Jerman, yaitu Prof Wilhelm Schulze dan koleganya Dr. Hazim , keduanya memimpin satu tim penelitian terstruktur untuk menjawab pertanyaan :
Manakah yang lebih baik dan paling tidak sakit ??
1. Menyembelih secara syariat islam yang murni/menggunakan pisau tajam (tanpa proses pemingsanan)??
2. Menyembelih dengan cara barat dengan pemingsanan/dipukul kepalanya??
Keduanya merancang penelitian sangat canggih, menggunakan sekelompok sapi yang cukup umur (dewasa).
Pada permukaan otak kecil sapi-sapi itu dipasang elekroda (microchip) yang disebut Electro Encephalograph (EEG). EEG dipasang dipermukaan otak yang menyentuh titik (panel) rasa sakit, untuk merekam dan mencatat derajat rasa sakit ketika disembelih.
Dijantung sapi-sapi itu juga dipasang Electro Cardiograph (ECG) untuk merekam aktivitas jantung saat darah keluar karena disembelih.
Untuk menekan kesalahan, sapi dibiarkan beradaptasi dengan EEG dan ECG yang telah terpasang ditubuhnya selama beberapa minggu, setelah adaptasi dianggap cukup maka separuh sapi disembelih sesuai syariat islam yang murni, dan sisanya disembelih dengan menggunakan metode pemingsanan yang diadopsi barat.
Dalam syariat islam penyembelihan dilakukan dengan pisau yang tajam, dengan memotong 3 saluran pada leher, yaitu : saluran makan, saluran napas serta dua saluran pembuluh darah, yaitu arteri karotis & vena jugularis
Syariat Islam tidak merekomendasikan metode pemingsanan sebaliknya metode barat justru mengajarkan bahkan mengharuskan agar ternak dipingsankan terlebih dahulu sebelum disembelih.
Dari hasil penelitian prof Schultz & Dr Hazim di Hannover University Jerman dapat diperoleh kesimpulan bahw
a :
Penyembelihan menurut syariat islam/menggunakan pisau tajam menunjukan :
Pertama : Pada 3 detik pertama setelah ternak disembelih (dan ketiga saluran pada leher sapi bagian depan terputus) tercatat tidak ada perubahan pada grafik EEG, hal ini berarti pada 3 detik pertama setelah disembelih tidak ada indikasi rasa sakit.
Kedua : pada 3 detik berikutnya, EEG pada otak kecil merekam adanya penurunan grafik secara bertahap yg sangat mirip dengan kejadian deep sleep (tidur nyenyak), hingga sapi2 itu benar-benar kehilangan kesadaran Pada saat tersebut tercatat pula ECG bahwa jantung mulai meningkatkan aktivitasnya.
Ketiga : Setelah 6 detik pertama ECG pada jantung merekam adanya aktifitas luar biasa dari jantung untuk menarik sebanyak mungkin darah dari seluruh anggota tubuh dan memompanya keluar.
Hal ini merupakan refleksi gerakan koordinasi antara jantung dan sumsum tulang belakang (spinal cord). Pada saat darah keluar melalui ketiga saluran yg terputus dibagian leher, grafik EEG tidak naik, tapi justru drop (turun) sampe zero level (angka nol) Hal ini diterjemah oleh kedua ahli itu bahwa "No Feeling of pain at all !" (tidak ada rasa sakit sama sekali)
Keempat : Karena darah tertarik dan terpompa oleh jantung keluar tubuh secara maksimal, maka dihasilkan "healthy meat" (daging yg sehat)
Jenis daging dari hasil sembelih semacam ini sangat sesuai prinsip Good Manufacturing Practise (GMP) yang menghasilkan Healthy Food.
Secara Pemingsanan/Dibius/disetrum/dipukul kepalanya cara Barat :
Pertama : Setelah dilakukan proses Stunning (pemingsanan), sapi terhuyung jatuh & collaps (roboh), setelah itu sapi tidak bergerak lagi, sehingga mudah dikendalikan, Oleh karena itu sapi dengan mudah disembelih tanpa meronta-ronta dan tampaknya tanpa mengalami rasa sakit. Pada saat disembelih darah yang keluar hanya sedikit tidak sebanyak bila disembelih tanpa proses stunning (pemingsanan)
Kedua : Segera setelah proses pemingsanan, tercatat adanya kenaikan yang sangat nyata pada grafik EEG.. Hal ini mengindikasikan adanya tek
anan rasa sakit yang diderita oleh ternak (karena kepalanya dipukul, sampai jatuh pingsan)
Media pemingsanan yg digunakan : Setrum, bius, maupun dengan cara yang mereka anggap paling baik memukul bagian tertentu di kepala ternak dengan alat tertentu pula. Alat yang digunakan adalah Captive Bolt Pistol (CBV)
Ketiga : grafik EEG meningkat sangat tajam dengan kombinasi grafik ECG yang drop kebatas paling bawah, akibatnya jantung kehilangan kemampuan untuk menarik darah dari seluruh organ tubuh serta tidak lagi mampu memompanya keluar dari tubuh.
Keempat : Karena darah tidak tertarik & tidak terpompa keluar tubuh secara maksimal, maka darah itupun membeku di dalam urat/pembuluh darah dalam daging sehingga dihasilkan "unhealthy meat" (daging yang tidak sehat) dengan demikian menjadi tidak layak dikonsumsi oleh manusia.
Timbunan darah beku yang tidak keluar saat ternak mati/disembelih merupakan tempat atau media sangat baik bagi tumbuh kembangnya bakteri pembusuk yg dapat merusak kwalitas daging.
Meronta-ronta dan meregangkan otot pada saat ternak disembelih ternyata bukannya ekspresi rasa sakit. Sangat jauh berbeda dengan dugaan kita sebelumnya. Bahkan mungkin sudah lazim menjadi keyakinan kita bersama, bahwa setiap darah yang keluar dari anggota tubuh yang terluka pastilah disertai rasa sakit & nyeri, terlebih lagi yang terluka adalah leher dengan luka terbuka yang menganga lebar.
Hasil penelitian Prof Schultz dan Dr Hazim justru membuktikan sebaliknya. Yakni pisau tajam yang mengiris leher (sebagai syariat islam dalam penyembelihan ternak) ternyata tidaklah "menyentuh" saraf rasa sakit.
Oleh karena itu, keduanya menyimpulkan bahwa sapi meronta-ronta dan meregangkan otot bukanlah sebagai ekpresi rasa sakit, melainkan sebagai ekpresi 'keterkejutan otot dan saraf' saja (yaitu pada saat darah mengalir keluar dengan deras), mengapa demikian ?? hal ini tentulah tidak terlalu sulit untuk dijelaskan, karena EEG tidak membuktikan, juga tidak menunjukan adanya rasa sakit.
Nah, jelas bukan, bahwa secara ilmiah ternyata
penyembelihan secara syariat Islam ternyata lebih maslahat. Apalagi ditambah dengan anjuran untuk menajamkan pisau untuk mengurangi rasa sakit hewan sembelihan.
Sabda Nabi "Sesungguhnya Allah menetapkan ihsan (kebaikan) pada segala sesuatu. Maka jika kalian membunuh hendaklah kalian berbuat ihsan dalam membunuh, dan apabila kalian menyembelih maka hendaklah berbuat ihsan dalam menyembelih. (Yaitu) hendaklah salah seorang dari kalian menajamkan pisaunya agar meringankan binatang yang disembelih."
Sekian dulu semoga bermanfaat Wassalamuallaikum Warahmatullahi Wabarokatuh
Jika menurut Anda info ini perlu diketahui orang lain, silahkan dibagikan

Minggu, 28 September 2014

KEBAHAGIAAN ITU



Menurut anda dimana letak kebahagiaan itu??? 


Seorang petani dan istrinya bergandengan tangan menyusuri jalan
sepulang dari sawah sambil diguyur air hujan, lewatlah sebuah motor di depan mereka, berkatalah petani ini pada istrinya "lihatlah bu, betapa bahagianya suami istri yang naik motor itu, meskipun
mereka juga kehujanan, tapi mereka bisa
cepat sampai dirumah , tidak seperti kita yang harus lelah berjalan untuk sampai kerumah".

Sementara itu pengendara sepeda motor dan istrinya yang sedang berboncengan
di bawah derasnya air hujan melihat sebuah mobil pick up lewat didepan mereka, pengendara motor itu berkata kepada istrinya "lihat bu, betapa bahagianya orang yang
naik mobil itu, mereka tidak perlu kehujanan seperti kita".

Di dalam mobil pick up yang dikendarai sepasang suami istri terjadi perbincangan
ketika sebuah mobil sedan Mercy lewat
dihadapan mereka "lihatlah bu, betapa bahagia orang yang
naik mobil bagus itu, mobil itu pasti nyaman di kendarai, tidak seperti mobil kita yang sering mogok".

Pengendara mobil Mercy itu seorang priakaya, dan ketika dia melihat sepasang suami istri yang berjalan bergandengan tangan di bawah guyuran air hujan, pria kaya itu berkata dalam hatinya "betapa bahagianya suami istri itu, mereka dengan mesranya berjalan bergandengan tangan sambil menyusuri
indahnya jalan di pedesaan ini, sementara aku dan istriku tidak pernah punya waktu untuk berdua karena kesibukan kami masing masing".

Kebahagiaan tak akan pernah kita miliki
jika kita hanya melihat kebahagiaan milik
orang lain,dan selalu membandingkan hidup kita dengan hidup orang lain. Bersyukurlah atas hidup ini, bersyukurlah
atas semua yg sudah kita miliki supaya kita tahu di mana kebahagiaan itu berada.


@aracimel