Sabtu, 11 Oktober 2014

"WARISAN KAOS KAKI SOBEK.."



Al-Kisah seorang kaya raya (Milyader), sedang sakit parah.. menjelang ajal menjemput dikumpulkanlah anak-anak tercintanya...
Beliau berwasiat: Anak-anakku... jika ayah sudah dipanggil yang Maha Kuasa, ada 1 permintaan ayah kepada kalian "tolong di pakaikan kaos kaki kesayangan ayah, walaupun kaos kaki itu sudah robek, ayah ingin pake barang kesayangan semasa bekerja di kantor ayah dan minta kenangan kaos kaki itu dipake bila ayah dikubur nanti.
Singkat cerita Akhirnya sang Ayah meninggal dunia.
Saat mengurus Jenazah dan saat mengkafani, anak-anaknya minta ke pak modin untuk memakaikan kaus kaki yang robek itu sesuai wasiat ayahnya.
Akan tetapi pak modin menolaknya: "maaf secara syariat hanya 2 lembar kain putih saja yang di perbolehkan dipakaikan kepada mayat.."
Terjadi diskusi panas antara anak-anak yang ingin memakaikan kaos kaki robek dan pak modin yang juga ustad yang melarangnya.
Karena tidak ada titik temu dipanggilah penasihat keluarga sekaligus notaris.
Beliau menyampaikan: "sebelum meninggal bapak menitipkan surat wasiat, ayo kita buka bersama-sama siapa tahu ada petunjuk.." Maka dibukalah surat wasiat alm milyader buat anak-anaknya yang di titipkan kepada Notaris tersebut.
Ini bunyi isi surat wasiatnya :
“Anak-anakku pasti sekarang kalian sedang bingung, karna dilarang memakaikan kaus kaki robek kepada mayat ayah kaan..?"
"Lihatlah anak-anakku padahal harta ayah banyak, uang berlimpah, beberapa mobil mewah, tanah dan sawah di-mana2, rumah mewah banyak..tetapi tidak ada artinya ketika ayah sudah mati"
"Bahkan kaus kaki robek saja tidak boleh dibawa mati. Begitu tidak berartinya dunia, kecuali amal ibadah kita, sedekah kita yang ikhlas"
"Anak-anakku inilah yang ingin ayah sampaikan agar kalian tidak tertipu dengan dunia yang sementara"
"Salam sayang dari Ayah yang ingin membuat kalian menjadikan dunia sebagai jalan menuju Alloh SWT...."
Semoga mengingatkan kita...
Harta memang tak bisa dibawa mati.. tapi harta yang dipake untuk kegiatan-kegiatan ibadah amalannya akan selalu dibawa mati/ tersambung terus sampe pemiliknya mati.
Maka tetaplah berusaha menjadi kaya karna makin banyak harta makin banyak amalan ibadah yang bisa kita bawa terus sampai mati...”
Semoga bermanfaat