Minggu, 02 Maret 2014



Alkisah, ada seorang pemuda sombong dan tak beragama yang meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang Guru Agama yang mampu menjawab 3 pertanyaannya.
Apabila 3 pertanyaannya mampu dijawab oleh Guru tersebut, maka ia berjanji akan bertobat.
Singkat cerita, bapak sang pemuda berhasil membawakan seorang ulama yang juga seorang waliyullah. Kemudian terjadilah dialog antara pemuda dan ulama tersebut.
Pemuda: Anda siapa? Dan sanggupkah anda menjawab pertanyaan2 saya?
Ulama: Saya hamba Allah & dengan izin-Nya, saya akan menjawab pertanyaan anda.
Pemuda: Anda yakin? Sedangkan Profesor dan banyak orang pintar saja tidak mampu menjawab pertanyaan dari saya ini.
Ulama: Saya akan mencoba sejauh kemampuan dan ilmu yang saya miliki. Apa yang hendak kau pertanyakan wahai anak muda?
Pemuda: Baiklah. Saya punya 3 buah pertanyaan:
1. Kalau memang Tuhan itu ada, coba anda tunjukan wujud Tuhan kepada saya?
2. Apakah yang dinamakan Takdir?
3. Kalau memang setan diciptakan dari api, kenapa dimasukan ke neraka yg notabene terbuat dari api, tentu saja itu tidak akan menyakitkan buat setan sebab mereka berasal dari unsur yg sama?
Apakah Tuhan tidak berfikir sejauh itu?
Sesaat kemudian hening. . .
Tiba2 Ulama tersebut menampar pipi si pemuda dengan amat keras hingga pemuda tersebut terjatuh.
Pemuda: (sambil menahan sakit) Kenapa anda menampar saya? Apa anda marah kepada saya?
Ulama: (dengan tenang menjawab) Saya tidak marah.
Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 buah pertanyaan yang anda ajukan kepada saya barusan.
Pemuda: Saya sungguh2 tidak mengerti! Coba anda jelaskan!
Ulama: Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda: Tentu saja saya merasakan sakit! Kau mau coba juga rasanya?! (mulai berang)
Ulama: Jadi anda percaya bahwa sakit itu ada?
Pemuda: Ya! Sangat jelas!
Ulama: Baiklah kalau begitu. Tunjukan pada saya wujud rasa sakit itu!
Pemuda: Mana mungkin. Itu mustahil! Kau tahu itu.
Ulama: Itulah jawaban pertanyaan pertama, kita semua merasakan keberadaan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.
Ulama: Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?
Pemuda: Tidak! Lalu apa?
Ulama: Apakah pernah terpikir oleh anda akan menerima sebuah tamparan keras dari saya hari ini?
Pemuda: Tentu saja tidak! Kalau tahu, sudah pasti aku akan mengelak.
Ulama: Itulah yg dinamakan Takdir!
Ulama: Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?
Pemuda: tentu saja terbuat dari kulit!
Ulama: Dan terbuat dari apa pipi anda?
Pemuda: kulit juga..
Ulama: Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda: Tentu saja sakit. Sakit sekali!
Ulama: Walaupun Setan terbuat dari api & Neraka pun terbuat dari api, jika Tuhan berkehendak maka Neraka akan menjadi tempat menyakitkan untuk setan.
Lalu, dalam sesaat suasana mendadak hening. Mereka terdiam terpaku. Sang pemuda kemudian merenungi ucapan sang ulama. Pemuda itu pun menangis , dia menyadari kebodohan dan kekufurannya. Lantas segera ia bertobat kepada Tuhannya.
Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Subhanallahu.
Sodaqallahul’adzim