Kamis, 18 Oktober 2012

Kisah dua orang pengamen dan seorang yg bijak beserta anaknya


Kisah dua orang pengamen dan seorang yg bijak beserta anaknya…
 
 


suatu ketika anak dar seorang yg bijak bertanya kepada ayahnya “ayah kenapa ya yah, aku sudah taat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, sholat lima waktu dan sunahnya tidak pernah ketinggalan, namun doa ku tidak kunjung dikabulkan Allah, sementara si fulan yg tidak taat kepada Allah tetapi doanya cepat dikabulkan Allah, padahal sifulan s
holatnya jarang paling2 hanya hari jum’at saja??”

sesaat setelah anak tersebut bertanya datanglah seorang pengamen yg berbau tidak sedap, berprilaku tidak sopan dan suaranyapun tidak baik,, baru menyanyikan 1 bait lagu sang ayah bijak tersebut langsung memberikan uang pecahan 1.000 rupiah kepadanya, dan setelah menerima pemberian uang tersebut, pengamen tersebut langsung buru-buru pergi meninggalkan ayah yang bijak beserta anaknya tanpa mengucapkan terimakasih atau sebuah senyuman…

selang beberapa menit pengamen yg pertama tersebut pergi datanglah seorang pengemis yang wangi, prilakunya santun dan suaranya indah menghampiri ayah yg bijak beserta anaknya tersebut, namun kali ini perlakuan ayah yang bijak tersebut berbeda kepada pengamen yang kedua ini, ayah tersebut tidak buru buru memberi pengamen tersebut uang, namun ayah yg bijak tersebut membiarkan pengamen tersebut menyanyikan lagunya hingga usai, bahkan setelah usai, ayah yg bijak tersebut meminta agar pengamen tersebut menyanyi lagi, dan setelah pengamen tersebut selesai menyanyi ayah yang bijak tersebut akhirnya memberikan pengamen tersebut uang yg jauh lebih banyak dibandingkan dengan pengamen yg pertama, pengamen yg kedua tersebut mengucapkan terimakasih serta senyuman sumringah kepada ayah yg bijak dan anaknya tersebut…

setelah suasana terdiam beberapa saat, sang anak mengajukan pertanyaan baru kepada ayahnya, ayah kenapa “ayah berlaku tidak adil kepada dua pengemis tersebut ?“

“anakku, ketika ingin melakukan sesuatu kita sangat dianjurkan untuk berlaku bijak dimanapun dan kapanpun, hal yang ayah lakukan tadi adalah bentuk kebijakan ayah, mungkin terlihat tidak adil menurut kamu, namun menurut ayah itu sesuatu yg sangat adil, dan tahukah kamu anakku, apa yg ayah lakukan tadi adalah jawaban atas pertanyaan mu yg pertama tadi?”

“apa maksud ayah ? sungguh aku jadi bingung dibuatnya”

“begini anakku, sifulan yg tidak taat kepada Allah ketika berdoa namun doanya cepat di ijabah Allah, bisa saja Allah mengabulkan doanya karna Allah tidak suka terhadap sifulan dan cepat2 Allah mengabulkan doa sifulan tersebut agar sifulan bisa berhenti memohon kepadanya dengan cara yg salah, dan sementara untuk kamu, bisa saja Allah menunda-nunda agar doamu terkabul, karna Allah sangat sayang kepadamu disaat kamu berdoa, serta karna ketaatanmu kepadaNYA dan bisa saja bukan, nanti ketika Allah mengabulkan doamu Allah akan memberikan sesuatu yg jauh lebih besar dari apa yang kamu harapkan anakku, seperti ketika ayah memberikan uang yg lebih kepada pengemis yg bersuara indah tadi”


“terimakasih ayah jawaban ayah sangat memuaskan, lalu apa yg harus saya lakukan setelah ini ayah”

“lakukanlah seperti yg pengemis bersuara indah tadi lakukan, ketika engkau sedang berusaha agar doa mu dikabulkan Allah, lakukanlah apa yg diminta Allah kepadamu, jika Allah menyuruhmu taat maka taatlah, jika Allah menyuruhmu sabar maka sabarlah, dan ingat anakku setelah doamu terkabul jangan lupa ucapkan puji dan syukur kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala, agar senantiasa kasih sayang Allah selalu tercurah kepadamu ^_^”

“Alhamdulillah terimakasih ya ayah “

“Alhamdulillah anakku”