Senin, 08 Oktober 2012

4. Kisah Nabi Hud Alaihi Salam

Nuh ‘alaihi ssalaam mempunyai anak-anak lain yang muslim bernama Sam, Yafits dan Ham. Dari Sam lahirlah anak keturunannya dan salah seorang dari mereka adalah Hud ‘alaihi ssalaam .
Kabilah Hud ‘alaihi ssalaam adalah kabilah ‘Aad yang menyembah patung. Patung mereka ada tiga; Shadam, Shamud dan Hira. Kaum ‘Aad merupakan manusia yang pertama kali menyembah pat

ung setelah adanya azab banjir pada masa Nabi Nuh ‘alaihi ssalaam . Kaum ‘Aad bermukim di pegunungan Al Ahqof antara Yaman dan Yordania.
Alloh subhaanahu wata’aala mengutus Hud ‘alaihi ssalaam sebagai Rosul yang memberi peringatan kepada manusia agar mereka tidak menekutukan Alloh dalam dalam beribadah.
Hud ‘alaihi ssalaam berkata, “Hai kaumku, sembahlah Alloh. Sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Allah” (Qs. Huud : 50)
Tapi seperti nabi sebelumnya, Hud ‘alaihi ssalaam juga didustakan. Kaumnya menghina Hud ‘alaihi ssalaam . Mereka menganggap Hud ‘alaihi ssalaam gila dan sedikitpun mereka tidak percaya kepada Hud ‘alaihi ssalaam .
Setiap kali Hud ‘alaihi ssalaam menasehati kaumnya agar mereka tidak menyembah patung berhala, kaum ‘Aad semakin menentang Hud ‘alaihi ssalaam . Bahkan kaum yang kafir itu meminta Hud ‘alaihi ssalaam . Bahkan kaum yang kafir itu meminta Hud ‘alaihi ssalaam agar mendatangkan azab sebagai tanda kebenaran ucapannya.
Lalu Allah

subhaanahu wata’aala mengazab mereka dengan kekeringan selama bertahun-tahun, Alloh tidak menurunkan hujan sehingga kaum ‘Aad dilanda paceklik. Kemudian Allah subhaanahu wata’aala mengirim angin yang sangat dingin dan sangat kencang. Angin it uterus berhembus selama tujuh malam delapan hari. Apapun yang diterpa oleh angin akan hancur. Karena azab angin itu, pendududk ‘Aad pun mati bergelimpangan.
Sebagaimana firman Allah subhaanahu wata’aala , “Dan pada kisah ‘Aad ketika kami kirimkan kepada mereka angin yang membinasakan.” (Qs. adz Dzaariyat : 41)
“Sedangkan kaum ‘Aad, mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin. Alloh menerpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam delapan hari terus-menerus.” (Qs. al Haqqoh : 6-7)
Sementara Hud ‘alaihi ssalaam dan orang-orang yang beriman diselamatkan oleh Alloh subhaanahu wata’aala.
Sebagaimana firmanNya, “Kami selamatkan Hud dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat Kami” (Qs. Huud : 58)