Kamis, 03 Mei 2012

SAURI TAULADAN DARI SITI NURBAYA

Sekarang bukan zaman siti Nurbaya lagi,
wanita punya hak nya masing2 untuk nentuin jodohnya!

alasan yang biasanya digunakan oleh sebagian besar kaum wanita,
ketika mereka dijodohkan oleh orang tuanya dengan orang lain selain kekasihnya,
terlebih orang tersebut tidak masuk kedalam kriteria calon pendamping hidupnya,
padahal bila kita pernah membaca kisah Siti Nurbaya, kita akan mengetahui Bahwa Baginda Sulaiman Selaku ayah Siti Nurbaya pun tidak setuju ketika anaknya hendak dipinang oleh Datuk maringgih, tetapi Siti Nurbayalah yang mau menikah dengan Datuk Maringgih karena ingin membalas budi terhadap kedua orang tuanya yang terlilit utang yang cukup banyak kepada Datuk Maringgih, walaupun disaat itu Siti Nurbaya sudah ditunangkan dengan Samsul Bakhri seorang lelaki baik yang ia sayangi..

Sudah menjadi hal yang lumrah ketika seorang wanita yang sudah memiliki kekasih menolak untuk dijodohkan dengan seorang pria yang bukan kekasihnya tersebut,
terlebih lelaki tersebut juga bukan merupakan criteria pria idamannya..
dan buat kekasih si wanita juga akan mengalami sebuah dilema,
baik harus mengiklaskan si orang yang tengah disayanginya tersebut,
dan terlebih ketika siwanita juga tidak ingin berpisah dengan dirinya ditambah ancaman2 apabila si lelaki tersebut akan meninggalkannya,
keimanan dan pendirian sangat dibutuhkan oleh seorang lelaki ketika mengalami masalah tersebut..
penyesalan sudah pasti didapatkan oleh lelaki yang salah menentukan pilihan ketika mengalami dilema tersebut diatas..
dan hanya kata taubat yang mampu memperbaiki masa lalunya tersebut..

lalu Bukankah setiap kita memiliki HAK untuk menentukan pasangan hidup???
Benar setiap kita memiliki Hak untuk menentukan pasangan hidupnya,
Namun kita juga harus sadar bahwa orang tua juga memiliki sebagian hak atas kita,
dan tanpa mereka kita tidak Akan pernah memiliki hak seperti saat ini….
tidak ada yang salah dengan hak yang kita punya,
namun ketika Hak tersebut digunakan hanya demi hasrat,
Bisa dipastikan bahwa kita sudah memilih sesuatu yang salah dan akan mengalami kerugian yang besar....

ada sebuah cerita yang merupakan kisah nyata seorang ibu sebut saja namanya Ibu Imah,
ibu Imah adalah kembang desa dikampungnya dan menikah disaat ia memiliki adik2 yang masih kecil dan seorang ibu yang yang sangat ia sayangi, dan pernikahan tersebut didasari suka sama suka, namun ada sesuatu yang membuat ibu tersebut rela untuk berpisah dengan orang yang sangat ia sayangi ( suaminya ) yakni demi membahagiakan ibu dan adik2nya tercinta, dan ibu tersebut pun tidak menolak ketika harus dijodohkan dengan orang lain.
mungkin banyak Ibu Imah2 diluar sana yang lebih mementingkan kebahagiaan orang tuanya yang bisa kita ambil hikmah dan kita tiru perjuangannaya! Karna membahagiakan Orang Tua adalah hal yang sangat Di anjurkan oleh Nabi Muhammad Shallahu Alahi Wa sallam..

“Arti nya: Dari Abdullah bin Mas’ud katanya, “Aku bertanya kpd Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang amal-amal yg paling utama dan dicintai Allah ? Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, Pertama shalat pada waktunya (dalam riwayat lain disebutkan shalat di awal waktunya), kedua berbakti kpd kedua orang tua, ketiga jihad di jalan Allah” [Hadits Riwayat Bukhari I/134, Muslim No.85, Fathul Baari 2/9]

“Artinya : Dari Abdullah bin Amr bin Ash Radhiyallahu ‘anhuma dikatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ridla Allah tergantung kpd keridlaan orang tua dan murka Allah tergantung kpd kemurkaan orang tua” [Hadits Riwayat Bukhari dalam Adabul Mufrad (2), Ibnu Hibban (2026-Mawarid-), Tirmidzi (1900), Hakim (4/151-152)]