Jumat, 11 Mei 2012

HINANYA PACARAN DIMATA ISLAM



TA’ARUF ATAU PACARAN
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”

Pacaran atau masa saling kenal atau pencocokan diantara dua insan guna mencapai pernikahan, namun ditengah saling kenal tersebut terselib perbuatan2 yg dilarang agama, yakni bersentuhan tangan, ciuman, pelukan, berduaan disuatu tempat yg sepi, dan lain2 sebagainya
didalam islam tidak ada kata2 yg dimaksud dg pacaran, akan tetapi masa saling kenal demi menuju ke jenjang pernikahan ada, yakni ta’aruf

Proses pacaran DAN Tujuan Pacaran terbagi menjadi beberapa proses
  

Proses serius

Biasa nya dalam proses ini kedua insan seperti sudah terikat kontrak hati yg kuat, dan rasa sayang yg mereka punya juga melebihi rasa sayang kpada Tuhan, keluarga dsb,
tapi mereka tidak menyadarinya, contoh lebih mengutamakan date malam minggu daripada shalat Magrib dan isya, jadi intinya dalam proses ini kedua pasangan yg sedang menjalani proses ini, mereka seperti sepasang suami istri, contoh dari panggilan nya : mimi, pipi, beb, ayang, bunda dll..
 


Proses singkat

beberapa proses singkat

aku lihat
aku pikat
aku sikat 
aku minggat
proses sering terjadi di amerika, jepang dan kota2 besar lainnya , mungkin jakarta termasuk


proses Islami
 
proses ini hampir sama dg ta’aruf, cuman dalam proses ini tidak terdapat status pacar
Namun pacaran yg secara islami sudah sangat jarang ditemui 


Alhamdulillah, mungkin ada diantara sahabat yg berpacaran dg cara islam yakni dg cara hanya telpon2an, jalan dg lawan jenis namun ada sahabat siwanita, atau orang tua yg mengawasi / ditempat keramaian.. mungkin hakikatnya pacaran tersebut hukumnya tidak haram karna tidak ada syariat yg dilanggar, tapi kenapa harus pacaran jika hanya ing menjalin silaturahmi
Jawab: supaya si dia tidak diambil orang lain….


>> jika takut si dia diambil org lain, kenapa tidak tunangan saja, toh tunangan dianjurkan didalam islam, dan sebagai jaminan supaya si dia tdk diganggu oleh org lain apalagi sampai dilamar oleh orang lain


tujuan pacaran ada banyak dan salah satunya yg sering terjadi pada zaman ini adalah menghalalkan yg haram, dan sebagai masa uji coba pernikahan..

Proses taaruf DAN Tujuan Taaruf
Dalam upaya ta’aruf dengan calon pasangan, pihak pria dan wanita dipersilakan menanyakan apa saja yang kira-kira terkait dengan kepentingan masing-masing nanti selama mengarungi kehidupan. Tapi tentu saja semua itu harus dilakukan dengan adab dan etikanya. Tidak boleh dilakukan cuma berdua saja. Harus ada yang mendampingi dan yang utama adalah wali atau keluarganya. Jadi,taaruf bukanlah bermesraan berdua,tapi lebih kepada pembicaraan yang bersifat realistis untuk mempersiapkn sebuah perjalanan panjang brdua.
Taaruf adalah media syar`i yang dapat digunakan untuk melakukan pengenalan terhadap calon pasangan. Sisi yang dijadikan pengenalan tak hanya terkait dengan data global, melainkan juga termasuk hal-hal kecil yang menurut masing-masing pihak cukup penting, misalnya masalah kecantikan calon istri, dibolehkan untuk melihat langsung wajahnya dengan cara yang saksama, bukan cuma sekadar curi-curi pandang atau melihat fotonya. Islam telah memerintahkan seorang calon suami untuk mendatangi calon istrinya secara langsung[bukan melalui media foto, lukisan, atau video.Pada hakikatnya wajah seorang wanita itu bukan aurat, jadi tak ada salahnya untuk dilihat
Sejatinya Perbedaan hakiki antara pacaran dengan ta’aruf adalah dari segi tujuan dan manfaat. Jika tujuan pacaran lebih kepada kenikmatan sesaat, zina, dan maksiat. Taaruf jelas sekali tujuannya yaitu untuk mengetahui kriteria calon pasangan
Jadi sekedar saran untuk remaja islam, mari lestarikan ta’aruf dan jauhi pacaran,
karna apa yg menurut kita baik belum tentu baik dimata ALLAH,
kita hanya sekedar mengetahui apa yg kita lihat, rasakan, dan dengar, namun kenyataannya hanya ALLAH lah Yang Maha Mengetahui…
untuk wanita harap tutup aurat, dan lelaki harap tahan nafsu, Agar tidak ada satu pihak yg dirugikan, sebelum hubungan pernikahan benar - benar terjalin!