Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 September 2015

BERANDALAN REMAJA JAMBI

Kami sekumpulan pemuda-pemuda tanggung yang merasa hebat dantak terkalahkan. Tidak ada yang benar-benar menakutkan bagi kami selama kami masih bersama. Kami hanyalah kumpulan-kumpulan teman-teman dekat yang melakukan banyak hal bersama-sama. Berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah, jadi tidakada yang merasa paling hebat diantara kami. Begitulah cara kami membangunhubungan ini.

Kami terdiri dari berbagai macam bentuk manusia. Si Virgo orangnya tinggi dan kurus. Hatinya sangat lembut. Ia orang yang baik, terutama kepada wanita-wanita di sekolahan kami. Sementara Indra adalah playboy. Rambutnya keriting seperti orang Ambon dan orang timur umumnya, beruntung warna kulitnya putih. Hidungnya pesek, tapi dompetnya tebal. Ia juga jago berbicara dan melobi wanita. Mungkin itu yang membuatnya punya banyak wanita. Bayu juga termasuk salah satu playboy disekolah kami, tapi tampangnya pas-pasan dan giginya ada hilang satu pada bagian depannya. Entah apa yang membuat wanita tertarik kepadanya? Mungkin karena dia orangnya lucu dan suka gonta-ganti motor.  Entahlah, aku masih kurang tau pola pikir wanita pada saat itu. Ada juga Wawan, orangnya rusuh sepertiku. Cuman dari segi sifat kami sangat berbeda. Dia orang yang pandai bergaul dan merayu wanita. Serta Ardi dan Eko, mereka bagaikan dua mata uang yang tak terpisahkan. Tidak banyak yang aku tau tentang mereka, selain mereka adalah tipe orang yang sangat setia kawan. Ada juga Riki, Adi, dan Hendri. tapi mereka tidak selalu ikut bergabung bersama kami. Sementara aku tipe pemberontak, lumayan bisa diandalkan, dan termasuk penghibur.

Di sekolahan kami terdiri dari SMA dan SMK. Anak SMA masuk pagi dan kami anak SMK masuk siang.  Kami hanya terdiri dari dua kelas, tiap-tiap kelas terdiri dari 20 lebih siswi perempuan dan 11 siswa lelaki untuk jurusan akuntansi dan penjualan. Sekolahan kami tidak termasuk sekolahan yang terpandang di kota Jambi. Dan tidak banyak yang tau tentang keberadaan sekolahan kami, kecuali orang-orang di sekitar tempat sekolah kami berada saja.

Tugu Juang yang merupakan ikon daerah Sipin telah menjadi saksi bisu dari kehebatan-kehebatan kami yang sebenarnya konyol. Bolos sekolah,berkelahi, alkohol dan banyak hal-hal yang sebenarnya bodoh yang telah kamilakukan disana. Memang tidak mengagumkan namun ketika bisa berkumpul dan melakukan suatu hal secara bersama mereka adalah hal yang sangat menyenangkan.

Pak  Popi Damarta adalah guru yang ditakuti oleh kami, ia adalah guru BP. Sampai sekarang aku masih belum tau apa itu singkatan dari BP, yang jelas dia adalah guru yang sangat menyeramkan. Kumisnya yang terlihat dari kejauhan seolah alarm peringatan perang. Baju yang kami keluarkan, segera kami rapikan. Karna hukuman baju yang dikeluarkan pada saat itu adalah di jemur di lapangan upacara tanpa mengenakan baju. Aku pernah sekali merasakannya, cukup menyiksa dan sangat memalukan. Hampir seluruh siswa lelaki juga pernah dijemur di lapangan upacara. Karena mereka kompak untuk bolos sekolah. Alasannya karena lilis pindah dari sekolahan kami. Lilis. Dia cewek yang manis dan baik. Kami pernah sangat dekat, namun kami hanyalah teman dekat. Mungkin hubungan kami hanya sebatas teman dekat karena kami takut merusak pertemanan ini dengan mengatakan  keinginan untuk menjadi lebih dekat daripada teman.

Alkohol dan Narkoba adalah hal menarik dan rahasia umum untuk setiap pelajar-pelajar Sma yang tidak mampu menahan rasa ingin tahuannya.cinta dan cabut juga termasuk hal-hal menarik di masa-masa Sma. Namun perkelahianlah yang merupakan hal paling menarik untuk dikenang dan diceritakan kembali. Kami sering terlibat keributan ataupun terlibat perkelahian. Baik antar sesama kawan, kakak kelas, anak Sma, atau anak sekolah lain. Semuanya sangat menarik, walaupun tidak ada yang semenarik ketika kami ribut dengan anak kelas satu Sma dulu. Waktu itu kami telah duduk di kelas tiga.

Awal keributan ini tidak begitu jelas. Yang jelas pada saat itu Wawan, Virgo, Ardi, Eko dan beberapa teman mendatangi anak tersebut ketika akan pulang sekolah. Ia masuk pagi. Setelah berbicara sebentar Wawan langsung melayangkan pukulannya ke anak kelas satu itu. Mendengar kegaduhan guru-gurupun mulai berdatangan. Wawan yang telah memukulnya segera mengamankan diri agar terhindar dari para guru. Virgo menjadi korban, anak Sma itu mengincar virgo.Ia melayangkan pukulan dan tendangannya kepada Virgo, dengan sigap virgo selalu mampu menangkisnya. Tangan anak itu terluka ketika mencoba memukul Virgo, tangannya terkena kaca jendela yang bisa di buka tutup ketika Virgo menangkisnya pukulannya.Anak Sma tersebut bersama Virgo di amankan keruangan guru oleh guru yang berdatangan.

Kisah ini tidak sampai di situ, siswa dari STM sembilan lurah yang merupakan teman-teman dari anak SMA ini menyerang kami dari gerbang utama. Mereka memasuki sekolah kami dengan gagah beraninya. Sebuah tindakan yang cukup berani, namun sangat bodoh. Hal ini bisa dibilang bunuh diri. Bagaimana tidak, mereka hanya beberapa orang saja. Mereka bisa dihitung dengan jari sementara jumlah kami ada banyak ditambah lagi dengan anak-anak Sma yang pulang sekloah.  Kontan saja, kegagah beranianmereka harus dibayar mahal. Satu orang dari mereka sampai pingsan dan ada yang giginya lepas dihantam helm oleh anak kelas 2. Yang lainnya berhasil selamat dan mengamankan temannya yang pingsan tersebut. Masih teringat ketika pak Baktiarmeneriakkan kata “Maju” sambil mengacungkan penggaris kayunya. Ia sepertikomandan perang yang memimpin berandalan-berandalan kecil.

Kami semua diperintahkan untuk memasuki kelas masing-masing ketika aparat dari kepolisian datang kesekolahan kami. Tidak ada pelajaran saat itu, tidak ada keributan dan yang ada hanya ketegangan. Kami semua diam mengintip ke arah ruangan kepala sekolah melalui kaca-kaca kelas kami yangl etaknya ada di lantai 3. Ketika mendengar ada ribut-ribut dan polisi terlihat berlarian ke arah gerbang, kami semua siswa-siswa lelaki langsung berhamburan ke lapangan upacara kami. Disana kami diperintahkan oleh guru untuk memasuki kembali kelas kami. Perintah yang tidak bisa dituruti karena pada saat itu ada anak SMA yang terlibat keributan dengan kami. Wajahnya belum terlihat terlalu parah dan  ia masih nyolot dan sok-sokan.

“woi kau ngapo” katanya kepada salah satu anak kelas dua yang membawa penggaris besi.

“eh kau ini, sok-sokan” kataku sambil mengarahkan jari telunjukku kewajahnya yang jaraknya hanya beberapa langkah saja.

Eko langsung melayangkan pukulan dengan tangan kanannya.Setelah memukul ia  baru berkata“ah kau,ku peci agek kau”. Sebuah hal yang lumayan lucu memang jika dikenang. Ardi juga langsung menyambut pukulan dari Eko dengan pukulan yang telak di wajahnya,disambut oleh anak-anak lainnya. Anak Sma itu sempat di amankan oleh guru kami.Namun Indra yang dari dulu keberaniannya untuk mendekati wanita lebih besar daripada keberaniannya untuk berkelahi melayangkan sebuah tendangan jackie chanke anak tersebut. Tendangan yang telak. Anak tersebut tersungkur jatuh. Bayu tidak mau ketinggalan, ia langsung memukulnya wajahnya beberapa kali. Kami segera dibubarkan oleh guru, karena polisi telah kembali ke kantor guru dengan membawa dua orang yang mengenakan pakaian bebas. Tapi Virgo dan Indra ditangkap guru, termasuk Wawan. Mereka semua dipukul dan tanyai oleh para guru. Kemudian mereka bersama anak Sma dibawa oleh pihak kepolisian untuk di proses kantor polisi.

Kisah kami sempat menjadi buah bibir ketika tayang di JambiTV dan masuk koran. Indra, Virgo, dan Wawan sempat menjadi Artis dadakan. Harus diakui kalau kami bangga dengan kisah ini, lucu memang. Mungkin kami tidak akan pernah dikenal oleh guru karna kebaikan atau prestasi kami, tapi kisah ini akan sulit dilupakan oleh mereka.

Alkohol, bolos, dan semua perkelahian yang kami lakukanmemang bukanlah hal yang baik. Kami tau itu. Namun kami menyukainya, hanya itualasan kami melakukannya. Satu alasan itu sudah cukup untuk membuat kami tetap melakukannya. Mungkin sangat sulit untuk menjelaskan kegilaan-kegilaan yang kami lakukan ini kepada orang banyak. Namun untuk apa mencemaskan hal itu.Tidak ada yang perlu di cemaskan selama kami senang.

Semua kebersamaan ini pasti akan berakhir suatu saat nanti. Perpisahanadalah satu hal yang jelas tidak kami inginkan, namun tidak bisa kami hindari. Dan akhirnya hal tersebut pun terjadi. Aku yang pertama memulainya ketikaberhenti bersekolah karena sebuah alasan konyol. Selanjutnya mereka yang tersisa di pisahkan dengan pekerjaan dan pernikahan mereka masing-masing. Dan satu hal yang tak pernah terpikir oleh kami terjadi, ketika Eko harus mendahulikami menghadap Yang Maha Kuasa.

Sahabat atau hubungan apapun itu ada kebersamaan dan ada perpisahan. Sengaja ku tulis kisah konyol yang menurut kami hebat ini agar mereka yang lupa bisa mengingatnya. Agar hubungan yang telah rusak dimakan waktu bisasedikit terperbaiki.

Selasa, 25 Agustus 2015

TERIMA KASIH CINTA






Kisah ini bermula disaat aku kelas dua Smk, ketika masih PKL (praktek kerja lapangan) di salah satu mall terbesar di kota jambi. Disanalah aku menemukan cinta pertamaku. Aku samaseperti lelaki normal lainnya, pertama kali menilai wanita hanya melihat dari wajahnya saja. Mega terlihat paling menarik diantara banyaknya wanita-wanita cantik disana.Danterlalu banyak lelaki yang mendekatinya, sehinggakeinginanku untuk mendekatinyapupus.

Banyak teman-temanku yang tertarik kepada Mega dan terus-menerus membicarakannya.Sebenarnya aku juga sama seperti mereka, namun aku menahan diri. Karena bagaimana mungkin seorang lelaki kampung yang baru belajar gaul, yangtidak bisa bawa motor dantidak memiliki waktu normal seperti lelaki lainnya bisa mendapatkannya. Waktu yang kupunya tidak banyak, aku bersekolah di siang hari, serta pada pagi hari dan malam harinya kuhabiskan untuk menjaga sekaligus merawat rumah orang yang menyekolahkanku.
Selama menjalani masa PKL ada seorang wanita yang dekat denganku.Isa si wanita china yang kerja part time di mall tempatku PKL.Dia lumayan menarik.Wajahnya bisa dibilang manis, namun setelah lumayan dekat dengannya aku sadar bahwa tidak ada hal yang benar-benar menarik darinya selain wajahnya. Hubungan kami berakhir sebatas teman saja.

Sebuah keajabian terjadi.Mega, wanita yang selama ini diimpikan hampir semua siswa PKL memberi isyarat untuk mendekatiku.Ketika ia meminta nomor handphoneku, sebenarnya itu adalah hal yang membanggakan dan membahagiakan bagiku, tapi aku berusaha untuk menahan diridengan cara tidak memberikan nomor handphoneku kepadanya. 

Akhirnya aku tidak mampu menahan diri.Aku meminta nomor Mega dari temanku, dan langsung menghubunginya pada malam hari sepulang PKL.Pada malam kedua aku kembali menghubunginya, namun aku sempat salah tingkah dibuatnya, kata-kata yang tak seharusnya ku ucapkanpun keluar sendirinya dari mulut yang belum pintar untuk berbicara ini.

“Mega sepertinya kita nggak cocok” kurang lebih inti dari pesan yang kukirim dulu seperti itu.

“maksud kakak apa? Yaudahlah terserah kakak” jawabnya mengakhiri percakapan kami melalui pesan.

Perasaan bersalah yang menjadikan tidurku sulitpun muncul, padahal tidur merupakan hal yang sangat ku sukai.Aku tidak tau kenapa melakukannya.Aku merasa bodoh. Ke esokan harinya Mega terlihat sangat berubah, wajah cantiknya ia tekuk dan palingkan ketika aku melihatnya.Sepulang PKL aku berusaha meminta maaf kepadanya dan berharap semuanya bisa dimulai dari awal lagi.

“kak. Mega itu udah maafin semua kesalah-kesalahan orang samaMega walaupun mereka nggak minta maaf sama Mega”. Perkataan darinya yang membuatku semakin kagum kepadanya.

“Dia adalah wanita cantik berhati malaikat”.batinku dalam hati.Setelah permintaan maafku, hubunganku dengannya menjadi lebih dekat dan lebih dekat lagi. Sampai pada akhirnya di pagi hari ketika ia akan menaikan bendera, kata-kata yang telah lama ingin ku ucapkan kepadanya berhasil ku ungkapkan, walau hanya melalui sebuah pesan yang menempuh perjalan yang jauh. Perasaan legapun muncul bersamaan dengan perasaan bahagia ketika ia membalas pesanku dengan kata “kalo gitu sayang balek lah”. 

aku tidak tau alasan apa yang membuatku begitu mencintainya. dia memang cantik dan mempesona, sifatnya baik dan sangat menarik. dia wanita yang pintar dan menawan, namun aku rasa bukan itu yang membuatku begitu mencintainya. Setiap detik yang kulalui bersamanyalah yang menumbuhkan rasa itu.Saat dimana aku mendengar suaranya dan tawanya yang tidak begitu indah namun selalu mampu membuatku tersenyum sendiri.Saat dimana aku melihat senyumnya, wajahnya, matanya, bahkan rambut hitamnya yang terlihat seperti mahkota yang dikenakan oleh seorang putri dari langit.

Aku sadar, ternyata waktu yang ia berikan kepadaku lah yang membuatku begitu mencintainya. Sehingga ketika ia tidak menyisihkan waktu yang ia punya untukku, cinta ini yang awalnya bersinar terang mulai meredup seperti malam yang kesepian. Hubungan kami lebih banyak kami habiskan melalui handphone, walaupun begitu aku selalu menghargai setiap detiknya yang kuhabiskan untuk mengirim pesan ataupun menelponnya.Setidaknya itulah yang kurasakan sampai orang ketiga masuk kedalam hubungan kami.

Penyebab perpisahan kami adalah kesalahanku. Dulu aku pernah mengizinkannya untuk menjalin hubungan dengan lelaki lain, tanpa syarat! Aku melakukannya hanya sebagai bukti bahwa aku benar-benar mencintainya.Aku juga berharap itu bisa menjadi senjata untuk membuat Mega bisa terus mencintaiku.Namun kenyataan justru tidak sejalan dengan harapan. Ketika Mega menjalin hubungan dengan lelaki lain disaat aku telah selesai melakukan PKL di mall tempat Mega bekerja. Aku merasakan sakit yang belum pernah ku rasakan sebelumnya.Aku bernafas seperti biasanya, namun dadaku terasa sesak.Aku hanya mampu tersenyum dan berpura-pura tidak mengalami apa-apa ketika berbincang dengannya melalui telephone.

Andai saja aku memiliki waktu dan keadaan yang sama dengan lelaki normal lainnya maka tidak perlulah ia memintaku untuk membuktikan cinta yang aku punya. Aku sadar tidak bisa memberikannya seperti apa yang diberikan lelaki kepada kekasihnya, itu jugalah sebabnya aku mengizinkannya untuk menjalin hubungan dengan lelaki lain yang lebih nyata. Tidak seperti aku, yang hanya kekasih bayangan.

Di hari ulang tahunnya pada tanggal 16 Mei 2009 aku membawakan beberapa hadiah untuknya.Aku terpaksa harus menipu bos di tempatku bekerja agar bisa bertemu dengannya.Itu adalah pertemuan terakhirku dengannya.Di saat itu hubungannya dengan kekasih barunya telah berakhir. Dan disaat itu jugalah hubungan kami benar-benar akansegera berakhir.

“makasih ya kak kadonya. Mega sadar kalau ada orang yang betul-betul sayang sama Mega”. Pesan darinya yang membuatku sadar bahwa hubungan ini tidak bisa bertahan lama.Karna hal yang paling dibutuhkan untuk menyelamatkan hubunganku dengan Mega adalah waktu dan keadaan.Aku tidak punya itu dan jika aku punya pasti sudah kuberikan.

Tidak ada yang bisa dipertahankan dari suatu hubungan yang dimana keadaan dan waktu tidak berpihak.Itu adalah takdir yang tidak bisa kutentang. Memang aku pernah berjanji akan selalu menyayanginya sampai kapanpun, tapi tidak sekalipun Mega terlihat menginginkan janji itu. Terserahlah dia menganggapku apa. Yang jelas janji itu kubuat karena itu adalah hal yang sangat ku inginkan pada saat itubukan karena aku siap menghadapi semua rintangan hanya agar aku selalu menyayanginya.

Hubungan kami berakhir di saat rasa cinta ini masih ada, walau tidak sebesar dulu.Aku memang seorang pecundang, tapi aku tidak pernah benar-benar merasa seperti seorang pecundang. Karna tidak ada seorang pecundang yang berhasil mendapatkan hati seorang tuan putri seperti Mega. 

3 bulan lebih setelah hubunganku dengan Mega berakhir, aku mulai mencoba untuk memulai hubungan baru.Tepatnya disaat aku sudah berada di kelas 3 Smk. Hubungan kali ini berbeda dengan sebelumnya.Waktu dan keadaan saat ini sangat bersahabat.Walaupun kami hanya bisa bertemu dan berhubungan di saat sekolah saja, namun itu sudah cukup.

Aku melakukan hal terbaik yang aku bisa untuk menjaga hubungan ini.Aku belajar banyak dari hubunganku dengan Mega dulu. Aku tidakakan berbohong lagi untuk terlihat hebat, seperti yang kulakukan kepada Mega. Aku hanya mengatakan apa adanya, namun memberikan lebih dari yang ia inginkan.

Setelah beberapa lama menjalin hubungan dengannya, bayangan Mega kembali hadir.Aku mencoba mendekatinya, namun sudah terlambat.Mungkin dia memang sudah memaafkanku, tapi pasti kesalahanku masih membekas di benaknya. Cinta di masa lalu mungkin memang telah mati, namun ia akan hidup kembali dan selalu menghantui jika cinta yang kita punya pada saat ini tidak lebih baik darinya.Itulah yang kurasakan.
Hari-hari yang kulalui sempat penuh dengan cinta, sampai semuanya terbongkar jelas. Terlalu banyak kebohongan-kebohongan yang ia lakukan. Semua hal menarik yang membuatku mencintainya ternyata hanyalah pribadi palsu.Ia melakukannya hanya untuk membuatku cinta kepadanya.

Aku telah berkali-kali berusaha untuk mengakhiri hubunganku dengannya. Banyak cara yang ia lakukan agar hubungan kami tidak berakhir. Ancaman bunuh diri dan air mata selalu mampu meluluhkanku. Yang membuatku bertahan bukanlah karena ancaman ataupun air matanya, tapi karena aku sadar bahwa ia masih begitu mencintaiku.

Aku beruntung.Setelah sekian lama menjalani hubungan dengannya dan banyak hal-hal sulit yang telah ku lewati.Hubungan kami akhirnya berakhir.Banyak hal berharga yang kembali kudapatkan dari hubungan yang pernah kulalui. Aku menemui wanita yang tepat, namun tidak  memberikan kemampuan terbaik yang aku mampu kepadanya.Namun disaat aku menemukan wanita yang tidak tepat, justru aku memperlakukannya dengan sebaik-baiknya yang aku mampu.

Terkadang penyesalan karena merasa salah sempat menghantui hari-hariku.Namun aku selalu mampu menghibur diriku dengan mengatakan sesuatu kepada diriku sendiri “Itu bukan kesalahanmu. Itu adalah takdirmu”.

Terkadang cinta memang memberikan rasa sakit yang besar.Namun pelajaran yang kita peroleh dari rasa sakit itu jauh lebih besar dari rasa sakit itu sendiri.Ucapkanlah terimakasih kepada cinta.Bukan karena rasa sakitnya, tapi karena pelajarannya.

Minggu, 03 November 2013

terlalu singkat, terlalu cepat, dan terlalu menyakitkan

Sudah cukup lama Desi duduk disampingku, padahal udara malam ini cukup dingin. namun tidak ada satu katapun yang keluar dari bibirnya, sementara akuhanya bisa diam nungguin dia yang memulai pembicaraan. pengen sih memulaipembicaraan, tapi masih takut serba salah. karna belakangan ini Desi jadi susahditebak dan sangat sensitiv, bawaannya selalu marah.
 Hubungan kami sudah berjalan cukuplama, tepatnya dua bulan lagi hubungan kami genap satu tahun. satu tahun yangcukup indah, bahkan bagiku hubungan kami ini sangat indah.
namun dalam beberapa hari belakangan ini hubungan kami sedang tidak baik.
 Desi tidak pernah menggubris pesan yangaku kirim atau mengangkat telponku..

Entah angin apa yang membawanya kemari. firasatku tidak baik akan kedatangannyakemari. tapi yang pasti aku senang, karna bisa melihatnya dari dekat lagi danduduk disampingnya.

“kak, maksud kedatangan Desi kesini, Desi pengen kita putus kak”
“putus! Maksud Desi apa Des?” tanyaku sambil menatapnya serius
“iya putus, pokoknya kita putus, jadi kakak gak perlu lagi sok sok care sama Desi,Desi gak butuh” jawab Desi sinis.
“Des, kakak sayang sama Desi, kakak gak mau kita putus,
tolong kasih tau apa salah kakak, biar bisa kakak perbaiki” aku berbicaralembut sambil berusaha menenangkan hatinya
“pokoknya kita putus, kalo Desi bilang putus ya putus” jawab Desi dengan nadatinggi
Sesaat kemudian suasana hening, tidak sepatah katapun yang keluar dari mulutkami berdua, Desi duduk sambil menolehkan kepalanya dariku, serta merangkulkankedua tangannya. sementara aku hanya duduk menundukan kepala sembari berusahamenjernihkan pikiranku yg mulai terasa keruh ketika mendengar semua ygdikatakan Desi.

“kak, Desi mau pulang, mulai besok kakak gak usah gangguin Desi lagi!” Desimulai berdiri dan bersiap siap untuk pergi meninggalkanku
“tunggu Des” kugenggam dan kutarik tangan Desi dengan erat agar dia tidak jadipergi
“ apalagi kak? Pokoknya putus ya putus”
“oke kita putus, tapi tolong jangan kayak gini Des? Desi jangan bikin kakakbingung, setelah sekian lama gak ada kabar dari Desi, tiba tiba Desi datangtrus ngajak putus”
“jadi maunya kakak kayak gimana, semuanyakan udah jelas, Desi mau kita putustitik”.
 “jelasin Des kenapa Desi sampai tegamutusin kakak?? Kasih tau Des kesalahan kakak”
Desi melepaskan tangannya yg kupegang dengan sangat erat
”kakak gak salah apa apa, yg salah itu Desi, maaf kak Desi gak punya alasankenapa Desi harus mutusin kakak”
 “Kakak cuman pengen tau yg sebenarnyaDes, kakak gk butuh alasan Desi” jawabku tegas
Desi mulai menundukan kepalanya dan kembali duduk ditempat yg ia duduki tadi.

 sebenarnya aku sudah mulai curiga daribeberapa hari yang lalu, pasti ada hal yang disembunyikan Desi selama ini,karna gak seperti biasanya Desi jadi super cuek bahkan gak perduli lagi terhadapku..air mata Desi mulai berlinang, matanya terlihat mulai memerah, aku jadi tidaktega melihat Desi dalam keadaan seperti itu, terlebih kalau sampai melihat Desimenangis..
“maafin kakak Des, kakak gak bermaksud bikin Desi sedih” Desi mulai menegakkankepalanya sambil menatapku dengan tatapan penuh kesalahan
“kakak bukan kakak yg salah, tapi Desi yang salah, Desi tau kakak sayang sama Desi,tapi maaf kakak semuanya itu gak bisa dipaksakan kak”
“iya Des kakak ngerti Des, tapi kakak masih belum bisa ngelepas Desi, kakakmasih sayang kali sama Desi”

suasana kembali menjadi hening dalam beberapa saat “kak, ini udah malam kak,Desi mau pulang, tolong kak, tolong ikhlasin Desi kak, gak semua yg kitapengenin itu bisa kita milikin kak, karna terkadang apa yg kita pengenin belumtentu baik untuk kita kak”
“maafin kakak Des, kakak sadar betapa egonya kaka” nadaku lirih
“kakak gk perlu minta maaf kak, Desi yg seharusnya minta maaf kekakak, karna Desiudah nyakitin kakak”
”tapi kakak ada permintaan Des ke Desi Des, sebelum kita bener-bener putus”
 “permintaan apa kak?”
”kakak pengen Desi mau jadi sahabat kakak”
 “maksud kakak?”
“sahabat jauh lebih baik Des, daripada kakak harus kehilangan seseorang yang paling kakak sayangi!”
air mata mulai menitik dari mata Desi, perlahan air mata Desi mulai membasahi kedua pipinya. Tanpa berkata-kata Desi mulai pergi meninggalkanku, sementara aku mulai merenungi hal-hal yang baru saja terjadi. semuanya terjadi terlalu singkat, terlalu cepat, dan terlalu menyakitkan…