Tampilkan postingan dengan label cerita inspirasi Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita inspirasi Islam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 November 2014

Kwik Kian Gie: "Istilah 'BBM Bersubsidi' adalah Pembohongan Publik!"

Kwik Kian Gie: "Istilah 'BBM Bersubsidi' adalah Pembohongan Publik!"



Berapa sebenarnya keuntungan Pemerintah dari minyak (asumsi bensin premium)?
1 barel = 159 liter
1 USD = Rp12.000
Menurut Kwik Kian Gie, biaya untuk mengangkat minyak dari perut bumi (lifting) + biaya pengilangan (refining) + biaya transportasi rata-rata ke semua pompa bensin adalah 10 USD, atau jika dalam rupiah 10 : 159 x 12.000 = Rp754,7 dibulatkan = Rp755/liter. Jadi sebenarnya dengan menjual premium Rp6.500/liter, Pemerintah sudah untung sebesar 6.500 - 755= Rp5.745/liter. Sekarang tinggal dikalikan berapa liter kebutuhan (konsumsi) dalam negeri, itulah 'keuntungan' yang diperoleh Pemerintah dari hasil jualan bensin premium pada rakyatnya sendiri!

Minyak dari perut bumi sendiri dan menurut UUD’45 Pasal 33 untuk kesejahteraan rakyat Indonesia: jangankan GRATiS, malah rakyat disuruh beli dengan harga Rp6.500? Sekarang Pemerintah mau ambil untung berapa rupiah lagi dengan menaikkan BBM menjadi Rp9.500?

Subsidi itu ada kalau Pemerintah merugi, artinya harus ‘nombokin’ (memberi bantuan tunai). Kenyataannya dengan menjual Rp6.500 per liter, Pemerintah masih untung, bahkan untung besar. Lantas, di mana letak subsidinya? Pemerintah selalu bilang “Rugi, tekor, dll…!” Di mana ruginya? Di mana tekornya? Istilah 'BBM bersubsidi' adalah pembohongan publik!

Sekarang yang juga jadi pertanyaan adalah “Adakah negara-negara di dunia ini yang menjual minyaknya (untuk konsumsi dalam negerinya) dengan harga di bawah harga pasar (harga New York Mercantile Exchange/NYMEX)?” Jawabnya ada! Beberapa negara yang menjual minyak di bawah harga NYMEX, di antaranya:
* Venezuela Rp585/liter
* Turkmenistan Rp936/liter
* Nigeria Rp1.170/liter
* Iran Rp1.287/liter
* Arab Saudi Rp1.404/liter
* Libya Rp1.636/liter
* Kuwait Rp2.457/liter
* Qatar Rp2.575/liter
* Bahrain Rp3.159/liter
* Uni Emirat Arab Rp4.300/liter

Selama bertahun-tahun, rakyat cuma ‘dikibulin’ Pemerintah! Dan ini akan terus berlanjut pada masa pemerintahan Jokowi, bahkan semakin PARAH dengan rencana menaikkan harga BBM menjadi Rp9.500....!

So....
STOP 'bodohi' rakyat!
TOLAK kenaikan harga BBM!

Sabtu, 11 Oktober 2014

"WARISAN KAOS KAKI SOBEK.."



Al-Kisah seorang kaya raya (Milyader), sedang sakit parah.. menjelang ajal menjemput dikumpulkanlah anak-anak tercintanya...
Beliau berwasiat: Anak-anakku... jika ayah sudah dipanggil yang Maha Kuasa, ada 1 permintaan ayah kepada kalian "tolong di pakaikan kaos kaki kesayangan ayah, walaupun kaos kaki itu sudah robek, ayah ingin pake barang kesayangan semasa bekerja di kantor ayah dan minta kenangan kaos kaki itu dipake bila ayah dikubur nanti.
Singkat cerita Akhirnya sang Ayah meninggal dunia.
Saat mengurus Jenazah dan saat mengkafani, anak-anaknya minta ke pak modin untuk memakaikan kaus kaki yang robek itu sesuai wasiat ayahnya.
Akan tetapi pak modin menolaknya: "maaf secara syariat hanya 2 lembar kain putih saja yang di perbolehkan dipakaikan kepada mayat.."
Terjadi diskusi panas antara anak-anak yang ingin memakaikan kaos kaki robek dan pak modin yang juga ustad yang melarangnya.
Karena tidak ada titik temu dipanggilah penasihat keluarga sekaligus notaris.
Beliau menyampaikan: "sebelum meninggal bapak menitipkan surat wasiat, ayo kita buka bersama-sama siapa tahu ada petunjuk.." Maka dibukalah surat wasiat alm milyader buat anak-anaknya yang di titipkan kepada Notaris tersebut.
Ini bunyi isi surat wasiatnya :
“Anak-anakku pasti sekarang kalian sedang bingung, karna dilarang memakaikan kaus kaki robek kepada mayat ayah kaan..?"
"Lihatlah anak-anakku padahal harta ayah banyak, uang berlimpah, beberapa mobil mewah, tanah dan sawah di-mana2, rumah mewah banyak..tetapi tidak ada artinya ketika ayah sudah mati"
"Bahkan kaus kaki robek saja tidak boleh dibawa mati. Begitu tidak berartinya dunia, kecuali amal ibadah kita, sedekah kita yang ikhlas"
"Anak-anakku inilah yang ingin ayah sampaikan agar kalian tidak tertipu dengan dunia yang sementara"
"Salam sayang dari Ayah yang ingin membuat kalian menjadikan dunia sebagai jalan menuju Alloh SWT...."
Semoga mengingatkan kita...
Harta memang tak bisa dibawa mati.. tapi harta yang dipake untuk kegiatan-kegiatan ibadah amalannya akan selalu dibawa mati/ tersambung terus sampe pemiliknya mati.
Maka tetaplah berusaha menjadi kaya karna makin banyak harta makin banyak amalan ibadah yang bisa kita bawa terus sampai mati...”
Semoga bermanfaat

Minggu, 28 September 2014

KEBAHAGIAAN ITU



Menurut anda dimana letak kebahagiaan itu??? 


Seorang petani dan istrinya bergandengan tangan menyusuri jalan
sepulang dari sawah sambil diguyur air hujan, lewatlah sebuah motor di depan mereka, berkatalah petani ini pada istrinya "lihatlah bu, betapa bahagianya suami istri yang naik motor itu, meskipun
mereka juga kehujanan, tapi mereka bisa
cepat sampai dirumah , tidak seperti kita yang harus lelah berjalan untuk sampai kerumah".

Sementara itu pengendara sepeda motor dan istrinya yang sedang berboncengan
di bawah derasnya air hujan melihat sebuah mobil pick up lewat didepan mereka, pengendara motor itu berkata kepada istrinya "lihat bu, betapa bahagianya orang yang
naik mobil itu, mereka tidak perlu kehujanan seperti kita".

Di dalam mobil pick up yang dikendarai sepasang suami istri terjadi perbincangan
ketika sebuah mobil sedan Mercy lewat
dihadapan mereka "lihatlah bu, betapa bahagia orang yang
naik mobil bagus itu, mobil itu pasti nyaman di kendarai, tidak seperti mobil kita yang sering mogok".

Pengendara mobil Mercy itu seorang priakaya, dan ketika dia melihat sepasang suami istri yang berjalan bergandengan tangan di bawah guyuran air hujan, pria kaya itu berkata dalam hatinya "betapa bahagianya suami istri itu, mereka dengan mesranya berjalan bergandengan tangan sambil menyusuri
indahnya jalan di pedesaan ini, sementara aku dan istriku tidak pernah punya waktu untuk berdua karena kesibukan kami masing masing".

Kebahagiaan tak akan pernah kita miliki
jika kita hanya melihat kebahagiaan milik
orang lain,dan selalu membandingkan hidup kita dengan hidup orang lain. Bersyukurlah atas hidup ini, bersyukurlah
atas semua yg sudah kita miliki supaya kita tahu di mana kebahagiaan itu berada.


@aracimel

Minggu, 21 September 2014

Kalau ALLAH Itu Maha Baik, Kenapa Bikin Neraka ?

kalau ALLAH Itu Maha Baik, Kenapa Bikin Neraka ?


" Semua Harap Baca, Agar Tidak Tersesat "


Ini kisah nyata seorang gadis melayu yang dangkal ilmu pengetahuan Islamnya. Didaerah tersebut memberlakukan peraturan bagi pekerja di tempat umum seperti pasar, toko-toko perniagaan dan lain-lain bagi wanitanya diharuskan mengenakan jilbab dan menutup aurat dengan benar. Kerap kali pemerintah mengadakan pemeriksaan secara mendadak ditoko-toko dan pasar, bagi yang melanggar maka dikenakan denda.
Selain kena denda mereka yang melanggar aturan diberi nasehat dari sang ustadz yang bekerjasama dengan pemerintahan.
Suatu hari, seorang gadis tertangkap yang bekerja disebuah toko karena tidak menutup auratnya. Maka diapun kena denda. Setelah dia membayar denda, ustadz ini pun menasehati, "Setelah ini, saya harap saudari bisa insaf dan mentaati peraturan. Peraturan ini bukan semata dari aturan pemerintah melainkan menutup aurat juga perintah Allah Swt. Ringkasnya kalau kita mentaati perintahNya maka akan selamat dan berbalas surga. Sebaliknya jika durhaka maka akan celaka dan balasan neraka."
Gadis tersebut yang awalnya mendiamkan diri, tiba-tiba membentak ustadz
"Kalau Tuhan itu betul-betul baik, kenapa bikin neraka? Kenapa tidak sediakan surga saja? Seperti itukah Tuhan penyayang?".
Mungkin dari tadi gadis itu sudah panas telinganya dinasehati oleh ustadz terlebih habis terkena denda.
Ustadz itu tertunduk dan berfikir,
"Bahaya anak ini kalau didiamkan akan rusak akhlaknya."
Setelah habis gadis itu mengomeL, ustadz pun menjawab,
"Saudariku, kalau Tuhan tidak bikin neraka, saya tidak akan jadi ustadz. Berapa sen saja gaji seorang ustadz? Lebih baik saya jadi bandar judi yang gampang dapat uang, hidup senang, lepas matipun tak risau sebab dijamin masuk surga. Mungkin kau juga bisa saya culik dan dijual jadi pelacur. Kalau mau lari, saya bunuh saja. Tak apa, sebab neraka tak ada. Nanti kita jumpa lagi disurga. Kan Tuhan itu baik."
Gadis itu terkejut mendengar jawaban ustadz, bicara macam apa itu ??
"Saudariku, perkara tadi akan terjadi seandainya surga saja yang tersedia. Orang jahat, orang baik semua masuk surga. Maka, apa gunanya berbuat baik? Orang jahat lagi gampang, manusia tak lagi diuji sebab semua orang akan lulus, percuma. pembunuh akan berjumpa lagi dengan yang dibunuh didalam surga, perampok berjumpa Lagi dengan yang dirampok didalam surga. Tak ada yang menerima hukuman.
Apakah Tuhan yang seperti ini yang kamu mau? Kamu rasa adilkah?" Tanya ustadz.
"Mana adil seperti itu. Orang jahat gak akan lepas begitu saja." Rungut si gadis.
Ustadz tersenyum "Jika Tuhan tidak adil, bolehkah dianggap baik? Saudariku, saya kasih nasehat karena saya sayang sesama umat Islam. Allah itu maha penyayang tapi Dia juga maha adil karena itu Neraka perlu terwujud untuk menghukum hamba-hambanya yang durhaka, yang menzalimi diri sendiri dan orang lain.
Kita sedang diuji didunia ini. Jasad kita bahkan segala-galanya milik Allah. Maka bukan hak kita untuk berbuat sesukanya. Apa yg dipinjamkan olehNya pasti akan diambil kembali olehNya."
Semoga kita dapat bersabar dalam mentaati perintahNya untuk kebaikan dunia akherat. Aamiin Ya Robbal Alammiin

@aracimel

Minggu, 29 Juni 2014

Anak Ustad dan keluhan sahabatnya



Abdullah adalah anak Ustad yg cukup terkenal dikampungnya,
dia sangat sering menjadi tempat bertanya dan berkeluh kesah sahabatnya...
suatu ketika disaat jam istirahat ada sahabat yang bernama Hasan teman sekelas Abdullah mengadukan masalahnya kepada Abdullah...

Hasan : Abdullah, saya punya suatu masalah tolonglah bantu saya menyelesaikan masalah saya!

Abdullah : apa masalah kamu hasan, Insya Allah saya akan bantu.

Hasan : begini Abdullah bagaimana caranya saya mensyukuri kamar saya padahal kamar saya sangat sempit...

Abdullah : saya ada satu solusi, tapi berjanjilah kamu akan menlaksanakan setiap solusi yang saya berikan!

Hasan : ya katakanlah apakah solusinya hai Abdullah.

Abdullah : baiklah kalau begitu, saya memimnjakan sepeda saya kepada kamu dan bawalah sepeda saya ini sepulang sekolah dan simpanlah dikamar kamu dan jangan keluarkan sampai aku menyuruhmu mengeluarkannya.

hasan merasa aneh dg nasihat Abdullah,namun dikarenakan kepercayaannya kepada Abdullah, ia langsung mengikuti solusi yg diberikan oleh Abdullah.

Keesokan paginya, disaat pelajaran belum dimulai Hasan mendatangi Abdullah.

Hasan : wahai Abdullah, sungguh solusi dari kamu hanya membuat kamar saya semakin terasa sempit.

Abdullah : tenanglah Hasan, selepas pulang sekolah mampirlah kerumahku ada sesuatu yang ingin aku pinjamkan kepadamu.

Hasan : baiklah kalau begitu.

Setelah pulang sekolah Abdullah mengambil meja belajarnya dan menyuruh agar Hasan membawanya dan menyimpannya dirumahnya.
Keesokan paginya Hasan mendatangi Abdullah kembali mendatangi Abdullah.

Hasan : wahai Abdullah sungguh kamarku terasa semakin sempit dg solusimu yang kedua ini

Abdullah : tenanglah Hasan, dirumahku ada satu lemari pakaian, bawalah nanti pulang kerumahmu dan simpanlah selama 3 hari.

Hasan mematuhi apa yang dikatakan Abdullah, ia menyimpan lemari pakaian tersebut didalam kamarnya selama 3 hari, setelah itu Hasan kembali mendatangi Abdullah dan menyampaikan keluhannya.

Hasan : wahai Abdullah, sungguh kamarku terasa semakin sempit, setelah aku mengikuti semua solusi yang kamu berikan..

Abdullah : tenanglah Hasan, nanti setelah pulang sekolah, aku akan mengambil kembali meja belajar ku, dan lihatlah apa yg terjadi setelah itu.

Keesokan harinya setelah Abdullah mengambil meja belajarnya dari Hasan, Hasan kembali mendatangi Abdullah dg wajah yg sedikit ceria.

Hasan : wahai Abdullah, sungguh sekarang aku merasa kamarku menjadi jauh lebih lapang dari sebelumnya.

Abdullah : Alhamadulillah, Kalau begitu nanti sepulang sekolah izinkan aku mengambil sepedaku kembali dari kamarmu.

Hasan : ya silahkan.

Keesokan harinya lagi, hasan mendatangi Abdullah dg wajah yg jauh lebih ceria dibandingkan kemaren.

Hasan : sungguh Abdullah sekarang kamarku terasa jauh lebih lapang dibandingkan sebelumnya, terimakasih Abdullah atas solusimu.

Abdullah :Alhamdulillah, kalau begitu jika kamu benar sudah merasa lebih baik, maka izinkalah aku untuk mengambil kembali lemari pakaianku.

Hasan : ya silahkan Abdullah.

Keesokan harinya, Hasan kembali mendatangi Abdullah dg wajah yg penuh dg kegembiraan


Hasan : Alhadulillah, terimakasih Abdullah atas nasihat yang engkau berikan, sungguh sekarang aku sudah merasa lebihbaik, dan lebih bisa mensyukuri kamar yang diberikan Allah kepadaku.

Abdullah : Alhamdulillah, aku turut bergembira dengan keadaan kamu sekarang Hasan. Sebenarnya yang menjadikan kita tidak mau mensyukuri nikmat Allah adalah karena kita tidak mau membayangkan hal yg jauh lebih buruk  yang bisa saja terjadi kepada kita. Padahal rejeki itu ada dua, pertama rejeki yang berupa kebaikan dari Allah dan yg kedua rejeki berupa keburukan yang tidak ditimpakan Allah kepada kita. Maka senantiasa bersyukurlah disetiap saat!

Diangkat dari kisah 1001 kisah Abu Nawas.

Kamis, 26 Juni 2014

debat doktor muslimah vs pewawancara jail

seorang doktor Muslimah berjilbab
diwawancarai wartawan asing yang menyatakan
pakaiannya itu tidak mencerminkan pengetahuannya
pewawancara berkata "kami berkesimpulan jilbab itu simbol keterbelakangan dan kemunduruan"
doktor Muslimah itu menjawab dengan cerdas dan mengatakan
 "manusia diawal masa hampir telanjang, bersamaan dengan perkembangan ilmu pengetahuan mulai mengenakan busana,
apa yang saya kenakan ini sebenarnya adalah
lambang kecanggihan dan kemajuan berpikir
yang telah dicapai manusia berabad abad lamanya
adapun ketelanjangan adalah simbol keterbelakangan dan
kembalinya manusia kepada kejahilan
seandainya ketelanjangan itu simbol kemajuan
maka bisa dikatakan binatang telah mencapai puncak peradaban"

Selasa, 24 Juni 2014

Kisah seseorang dikejar Singa didalam sumur "Luqmanul Hakim"

kita itu ibaratkan seseorang yang dikejar Singa di hutan yang luas
kita hanya bisa berlindung darinya disebuah sumur tua
yang didalamnya ada akar-akar yang sudah tua
kita hanya bisa bergelantungan diakar tersebut
karna dibawah sumur itu terdapat ular besar yang sedang menununggu kita terjatuh
sementara diatas kita ada tikus hitam dan putih yang sedang menggigiti
akar yang menjadi tempat kita bergelantungan
kemudian didepan kita ada madu yang sangat manis
ketika kita mencicipinya kita langsung melupakan
singa, ular, akar, dan tikus hitam dan putih tersebut

nb: Singa adalah maut yang selalu mengejar kita
akar adalah umur kita
tikus hitam adalah malam
tikus putih adalah siang yang terus menggerogoti umur kita
sementara ular adalah kubur yang setia untuk menunggu kita mendatanginya

orang yang paling bodoh

Cerita Inspiratif - 2,"Anak Paling Bodoh"

Tukang cukur berkata, "Itu Bejo, dia anak paling bodoh di dunia"

"Apa iya?" jawab pengusaha

Lalu tukang cukur memanggil si Bejo, ia lalu merogoh kantongnya dan mengeluarkan lembaran uang Rp. 1000 dan Rp. 500, lalu menyuruh Bejo memilih,
"Bejo, kamu boleh pilih & ambil salah satu uang ini, terserah kamu mau pilih yang mana, ayo nih!"

Bejo melihat ke tangan Tukang cukur dimana ada uang Rp. 1000 dan Rp. 500, lalu dengan cepat tangannya bergerak mengambil uang Rp. 500.

Tukang cukur dengan perasaan benar dan menang lalu berbalik kepada sang pengusaha dan berkata,
"Benar kan yang saya katakan tadi, Bejo itu memang anak terbodoh yang pernah saya temui. Sudah tak terhitung berapa kali saya lakukan tes seperti itu tadi dan ia selalu mengambil uang logam yang nilainya paling kecil."

Setelah sang pengusaha selesai memotong rambutnya, di tengah perjalanan
pulang dia bertemu dengan Bejo. Karena merasa penasaran dengan apa yang

dia lihat sebelumnya, dia pun memanggil Bejo lalu bertanya, "Bejo, tadi saya melihat sewaktu tukang cukur menawarkan uang lembaran Rp. 1000 dan Rp.

500, saya lihat kok yang kamu ambil uang yang Rp. 500, kenapa tak ambil yang Rp. 1000, nilainya kan lebih besar 2 kali lipat dari yang Rp. 500?"

Bejo pun berkata, "Saya tidak akan dapat lagi Rp. 500 setiap hari, karena tukang cukur itu selalu penasaran kenapa saya tidak ambil yang seribu. Kalau saya ambil yang Rp. 1000, berarti dia tidak akan mau memberikan saya 500 lagi setiap harinya..."

Minggu, 02 Maret 2014

Kisah Seorang Gadis Buta

Pada suatu hari ada seorang gadis buta yg sangat membenci dirinya sendiri. Karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya.
Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi gadisnya itu kalau gadisnya itu sudah bisa melihat dunia.
Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepada gadisnya itu, yang akhirnya dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasih gadisnya itu.
Kekasihnya bertanya kepada gadisnya itu, ”Sayaaaang, sekarang kamu sudah bisa melihat dunia. Apakah engkau mau menikah denganku?” Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya itu ternyata buta. Dan dia menolak untuk menikahi si pria pacar-nya itu yg selama ini sudah sangat setia sekali mendampingi hidupnya selama si gadis itu buta matanya.
Dan akhirnya si Pria kekasihnya itu pergi dengan meneteskan air mata, dan kemudian menuliskan sepucuk surat singkat kepada gadisnya itu, “Sayangku, tolong engkau jaga baik-baik ke-2 mata yg telah aku berikan kepadamu.”
Gadis itu menangis dan menyadari kebodohannya, betapa besar pengorbanan kekasihnya selama ini tapi kekasihnya telah pergi dengan membawa luka dihati.
Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah. Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan.


Alkisah, ada seorang pemuda sombong dan tak beragama yang meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang Guru Agama yang mampu menjawab 3 pertanyaannya.
Apabila 3 pertanyaannya mampu dijawab oleh Guru tersebut, maka ia berjanji akan bertobat.
Singkat cerita, bapak sang pemuda berhasil membawakan seorang ulama yang juga seorang waliyullah. Kemudian terjadilah dialog antara pemuda dan ulama tersebut.
Pemuda: Anda siapa? Dan sanggupkah anda menjawab pertanyaan2 saya?
Ulama: Saya hamba Allah & dengan izin-Nya, saya akan menjawab pertanyaan anda.
Pemuda: Anda yakin? Sedangkan Profesor dan banyak orang pintar saja tidak mampu menjawab pertanyaan dari saya ini.
Ulama: Saya akan mencoba sejauh kemampuan dan ilmu yang saya miliki. Apa yang hendak kau pertanyakan wahai anak muda?
Pemuda: Baiklah. Saya punya 3 buah pertanyaan:
1. Kalau memang Tuhan itu ada, coba anda tunjukan wujud Tuhan kepada saya?
2. Apakah yang dinamakan Takdir?
3. Kalau memang setan diciptakan dari api, kenapa dimasukan ke neraka yg notabene terbuat dari api, tentu saja itu tidak akan menyakitkan buat setan sebab mereka berasal dari unsur yg sama?
Apakah Tuhan tidak berfikir sejauh itu?
Sesaat kemudian hening. . .
Tiba2 Ulama tersebut menampar pipi si pemuda dengan amat keras hingga pemuda tersebut terjatuh.
Pemuda: (sambil menahan sakit) Kenapa anda menampar saya? Apa anda marah kepada saya?
Ulama: (dengan tenang menjawab) Saya tidak marah.
Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 buah pertanyaan yang anda ajukan kepada saya barusan.
Pemuda: Saya sungguh2 tidak mengerti! Coba anda jelaskan!
Ulama: Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda: Tentu saja saya merasakan sakit! Kau mau coba juga rasanya?! (mulai berang)
Ulama: Jadi anda percaya bahwa sakit itu ada?
Pemuda: Ya! Sangat jelas!
Ulama: Baiklah kalau begitu. Tunjukan pada saya wujud rasa sakit itu!
Pemuda: Mana mungkin. Itu mustahil! Kau tahu itu.
Ulama: Itulah jawaban pertanyaan pertama, kita semua merasakan keberadaan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.
Ulama: Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?
Pemuda: Tidak! Lalu apa?
Ulama: Apakah pernah terpikir oleh anda akan menerima sebuah tamparan keras dari saya hari ini?
Pemuda: Tentu saja tidak! Kalau tahu, sudah pasti aku akan mengelak.
Ulama: Itulah yg dinamakan Takdir!
Ulama: Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?
Pemuda: tentu saja terbuat dari kulit!
Ulama: Dan terbuat dari apa pipi anda?
Pemuda: kulit juga..
Ulama: Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda: Tentu saja sakit. Sakit sekali!
Ulama: Walaupun Setan terbuat dari api & Neraka pun terbuat dari api, jika Tuhan berkehendak maka Neraka akan menjadi tempat menyakitkan untuk setan.
Lalu, dalam sesaat suasana mendadak hening. Mereka terdiam terpaku. Sang pemuda kemudian merenungi ucapan sang ulama. Pemuda itu pun menangis , dia menyadari kebodohan dan kekufurannya. Lantas segera ia bertobat kepada Tuhannya.
Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Subhanallahu.
Sodaqallahul’adzim

KISAH WANITA "sibuah mangga dan si durian"

~ Jadi cewek itu jangan mau kaya buah mangga,
belum beli dah dipegang pegang,di pijit pijit,di cium cium
ga jadi beli, eh ditinggalin...
(Na'udzubillah...)

~ Kalo jadi cewek tu kaya durian..
mau dicium kena durinya, mau di pegang kena durinya ,,,
Kalo mau nyium atau makan isinya ya harus beli,
ya beli disini adalah pernikahan

Jadi...
Jaga jaraklah walau mendekati untuk kita saling mengenal
bukan malah terjerumus ke
lembah dosa..

Mengenal sifat bukan mengenal isi dalam dengan hawa nafsu...
sayang ya sayang tapi ada waktunya..
cinta ya cinta tapi nunggu halalnya..
mau ya mau tapi tunggu dulu Ke KUA dulu
baru ku turuti apa maumu...

Kisah Abdullah Bin Mas’ud dan Pencuri

Ini adalah kisah tentang salah seorang sahabat Nabi saw. Namanya ‘Abdullah ibn Mas’ud –semoga Allah meridhainya-. Ia memang bukan sahabat biasa. Ia juga seorang ulama. Tentangnya, Rasulullah saw pernah berkata : “Sesungguhnya kaki ( Ibnu Mas’ud ) di timbangan Allah pada hari kiamat itu jauh lebih berat daripada gunung Uhud.”Bagaimanakah gerangan perilaku beliau sehingga mendapatkan karunia itu ? Inilah salah satu di antaranya…

Suatu hari, beliau pergi ke pasar dengan membawa beberapa keeping dirham untuk membeli sedikit makanan. Tanpa diduga, ada seorang pencuri yang mencuri dirham-dirham itu. Orang-orang yang mengenal ‘Abdullah ibn Mas’ud lalu mendoakan kesialan untuk pencuri itu. Namun beliau justru mengatakan : “Kalian jangan mendoakan kesialan untuknya. Akulah pemilik dirham-dirham itu, aku akan berdoa untuknya, dan harap kalian mau mengaminkan doaku…”
Beliau kemudian  berdoa : “Ya Allah ! Bila engkau mengetahui bahwa orang yang mencuri dirhamku adalah orang berhajat padanya, maka berkahilah ia dengan dirham itu, dan bila Engkau mengetahui bahwa ia sebenarnya tidak berhajat padanya, maka Ya Allah ! Jadikanlah ini sebagai kemaksiatan terakhir yang ia lakukan dalam hidupnya.” Wa ‘akhlish Al ‘Amal, hal.91 )

Demikianlah tutur kata dari sebuah hati yang bersih. Dan itulah sumber dari segala ketenangan jiwa. Menyerahkan semuanya pada ketetapan Allah Ta’ala. Sebab “yang terbaik adalah apa yang dipilihkan oleh Allah untuk kita”.

LOGIKA MATEMATIS VS LOGIKA SEDEKAH

Kisah Inspiratif Islam : Sedekah VS Logika Gaji Bulanan

Saya menduga ia berasal dari kelas sosial terpandang dan mapan. Karena penampilannya rapih, menarik dan wajah yang tampan. Namun tidak seperti yang saya duga, Mas Ajy berasal dari keluarga yang pas-pasan. Jauh dari mapan. Sungguh kontras kenyataan hidup yang dialaminya dengan sikap hidup yang dijalaninya. Sangat jelas saya lihat dan saya pahami dari beberapa kali perbincangan yang kami bangun.

Satu kali kami bicara tentang penghasilan sebagai guru. Bertukar informasi dan memperbandingkan nasib kami satu dengan yang lain, satu sekolah dengan sekolah lainnya. Kami bercerita tentang dapur kami masing-masing. Hampir tidak ada perbedaan mencolok. Kami sama-sama bernasib "guru" yang katanya pahlawan tanpa tanda jasa. Yang membedakan sangat mencolok antara saya dan Mas Ajy adalah sikap hidupnya yang amat berbudi. Darinya saya tahu hakikat nilai di balik materi.

Penghasilannya sebulan sebagai guru kontrak tidak logis untuk membiayai seorang isteri dan dua orang putra-putrinya. Dia juga masih memiliki tanggungan seorang adik yang harus dihantarkannya hingga selesai SMA. Sering pula Mas Ajy menggenapi belanja kedua ibu bapaknya yang tak lagi berpenghasilan. Menurutnya, hitungan matematika gajinya barulah bisa mencukupi untuk hidup sederhana apabila gajinya dikalikan 3 kali dari jumlah yang diterimanya.

"Tapi, hidup kita tidak seluruhnya matematika dan angka-angka. Ada dimensi non matematis dan di luar angka-angka logis."

"Maksud Mas Ajy gimana, aku nggak ngerti?"
"Ya, kalau kita hanya tertuju pada gaji, kita akan menjadi orang pelit. Individualis. Bahkan bisa jadi tamak, loba. Karena berapapun sebenarnya nilai gaji setiap orang, dia tidak akan pernah merasa cukup. Lalu dia akan berkata, bagaimana mau sedekah, untuk kita saja kurang."

"Kenyataannya memang begitu kan Mas?", kata saya mengiayakan. "Mana mungkin dengan gaji sebesar itu, kita bisa hidup tenang, bisa sedekah. Bisa berbagi." Saya mencoba menegaskan pernyataan awalnya.

"Ya, karena kita masih menggunakan pola pikir matematis. Cobalah keluar dari medium itu. Oke, sakarang jawab pertanyaan saya. Kita punya uang sepuluh ribu. Makan bakso enam ribu. Es campur tiga ribu. Yang seribu kita berikan pada pengemis, berapa sisa uang kita?"

"Tidak ada. Habis." jawab saya spontan.

"Tapi saya jawab masih ada. Kita masih memiliki sisa seribu rupiah. Dan seribu rupiah itu abadi. Bahkan memancing rezeki yang tidak terduga."

Saya mencoba mencerna lebih dalam penjelasannya. Saya agak tercenung pada jawaban pasti yang dilontarkannya. Bagaimana mungkin masih tersisa uang seribu rupiah? Dari mana sisanya?

"Mas, bagaimana bisa. Uang yang terakhir seribu rupiah itu, kan sudah diberikan pada pengemis ", saya tak sabar untuk mendapat jawabannya.

"Ya memang habis, karena kita masih memakai logika matematis. Tapi cobalah tinggalkan pola pikir itu dan beralihlah pada logika sedekah. Uang yang seribu itu dinikmati pengemis. Jangan salah, bisa jadi puluhan lontaran doa keberkahan untuk kita keluar dari mulut pengemis itu atas pemberian kita. Itu baru satu pengemis. Bagaimana jika kita memberikannya lebih. Itu dicatat malaikat dan didengar Allah. Itu menjadi sedekah kita pada Allah dan menjadi penolong di akhirat. Sesungguhnya yang seribu itulah milik kita. Yang abadi. Sementara nilai bakso dan es campur itu, ujung-ujungnya masuk WC."

Subhanallah. Saya hanya terpaku mendapat jawaban yang dilontarkannya. Sebegitu dalam penghayatannya atas sedekah melalui contoh kecil yang hidup di tengah-tengah kita yang sering terlupakan. Sedekah memang berat. Sedekah menurutnya hanya sanggup dilakukan oleh orang yang telah merasa cukup, bukan orang kaya. Orang yang berlimpah harta tapi tidak mau sedekah, hakikatnya sebagai orang miskin sebab ia merasa masih kurang serta sayang untuk memberi dan berbagi.

Penekanan arti keberkahan sedekah diutarakannya lebih panjang melalui pola hubungan anak dan orang tua. Dalam obrolannya, Mas Ajy seperti ingin menggarisbawahi, bahwa berapapun nilai yang kita keluarkan untuk mencukupi kebutuhan orang tua, belum bisa membayar lunas jasa-jasanya. Air susunya, dekapannya, buaiannya, kecupan sayangnya dan sejagat haru biru perasaanya. Tetapi di saat bersamaan, semakin banyak nilai yang dibayar untuk itu, Allah akan menggantinya berlipat-lipat.

“Terus, gimana caranya Mas, agar bisa menyeimbangkan nilai metematis dengan dimensi sedekah itu?”.

“Pertama, ingat, sedekah tidak akan membuat orang jadi miskin, tapi sebaliknya menjadikan ia kaya. Kedua, jangan terikat dengan keterbatasan gaji, tapi percayalah pada keluasan rizki. Ketiga, lihatlah ke bawah, jangan lihat ke atas. Dan yang terakhir, padukanlah nilai qona’ah, ridha dan syukur”. Saya semakin tertegun

Dalam hati kecil, saya meraba semua garis hidup yang telah saya habiskan. Terlalu jauh jarak saya dengan Mas Ajy. Terlalu kerdil selama ini pandangan saya tentang materi. Ada keterbungkaman yang lama saya rasakan di dada. Seolah-oleh semua penjelasan yang dilontarkannya menutup rapat egoisme kecongkakan saya dan membukakan perlahan-lahan kesadaran batin yang telah lama diabaikan. Ya Allah saya mendapatkan satu untai mutiara melalui pertemuan ini. Saya ingin segera pulang dan mencari butir-butir mutiara lain yang masih berserak dan belum sempat saya kumpulkan.

Abdul Mutaqin

Kisah Inspirasi Islam : Kyai Kecopetan

Kyai Arwani adalah Kyai yang terkenal dengan hafalan Qur'annya. Pesantrennya yang diasuhnya "Yanbu'ul Qur'an" di Kudus menjadi salah satu kiblat para hafidz-hafidzoh di Jawa Tengah.

Suatu hari ketika bepergian, di saat beliau turun dari bus di terminal Terboyo Semarang, Kyai Arwani kecopetan. Entah sudah tahu atau memang pura-pura tidak tahu, Kyai Arwani tidak perduli jika baru saja kecopetan. Santri yang mendampingi dan tahu kejadian kecopetan terkejut, seketika itu pula mereka pada mengejar pencopetnya.


"Copet...! Copet...!" teriaknya sambil mengejar. Suasana menjadi gaduh, serabutan, karena orang lain ikutan mengejar pencopet.

Tapi sayang, pencopetnya terlalu lincah berlari dan tampaknya cukup menguasai medan hingga gagal ditangkap. Para santri pada kecewa dan marah-marah pada pencopet yang sudah raib itu. Berani-beraninya si copet mengganggu sang Kyai, begitu kira-kira pikir mereka. Copetnya pun keterlaluan, tidak lihat-lihat siapa yang akan dijadikan korban. Dan tentu saja, pencopet tidak peduli hal itu. Mungkin yang diingat oleh pencopet adalah uang, uang dan uang. Bagi copet, siapa saja yang pegang uang, uang tetap bernilai uang. Yang juga tak kalah mengherankan adalah Kyai Arwani, tidak perduli dengan apa yang barusan terjadi. Seolah-olah tidak terjadi apa- apa pada dirinya. Tenang-tenang saja, sibuk dengan dzikirnya. Sampai- sampai santrinya harus memberi tahu bahwa Kyai baru saja kehilangan dompet disikat pencopet.

"Kyai, Njenengan baru saja kecopetan!" kata santrinya memberitahu.

"Oh, ya?" jawab Kyai santai.

"Benar, Kyai. Tapi kami gagal menangkapnya! Keterlaluan betul pencopet itu!"

"Alhamdulillah.... Sudahlah kalian tidak perlu ribut-ribut. Saya bersyukur, yang dicopet itu saya!"

"Apa maksudnya Kyai?"

"Syukur....syukur..... Alhamdulillah. Karena saya yang dicopet, bukan saya yang jadi pencopetnya!"

Tentu saja para santri pada bengong mendengar jawaban Kyai.

"Kok bisa begitu Kyai?"

"Sekarang apa jawab kalian jika aku tanya, lebih baik mana, menjadi orang yang dicopet atau menjadi tukang copetnya?" tanya beliau kemudian.

Jawaban Kyai sungguh tak terbantahkan, masuk akal. Nuansa zuhud dan kesufian mengiringi ucapan- ucapan Kyai. Para santri yang menyertai beliau pada geleng-geleng kepala tanda paham dan takjub. Dan para santripun mendapat pelajaran berharga yang belum pernah mereka jumpai dalam teori. Rupanya, dalam musibahpun bisa timbul rasa syukur, seperti yang sudah dicontohkan Kyai Arwani.

--0o0o0--

Cerita yang mampu membuat kita tersenyum dan juga mendapat banyak hikmah di dalamnya. Subhanallaah... Betapa bersyukur itu tidak hanya ketika kita mendapatkan sesuatu. Namun, seperti yang telah dicontohkan Kyai Arwani di atas bahwa bersyukur pun dapat dilakukan ketika kita kehilangan sesuatu.

KISAH BURUNG BEO PAK USTAD

Alkisah di sebuah pesantren, Seorang Ustadz memiliki burung sejenis Beo yang terlatih untuk berdzikir seperti: Assalamu'alaikum, Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, dan lainnya

Suatu hari, pintu kurungan terbuka & burung itu terbang bebas. Sontak para santri mengejar burung milik guru mereka, sementara si burung terbang tidak terkontrol dan tertabrak kendaraan yang melintas dengan kencang hingga terkapar sekarat lalu meninggal


Sang Ustadz terlihat berbeda usai burungnya mati, nampak sekali sedih hingga seminggu lamanya. Para santri yang melihatnya pun mengira Ustadz nya bersedih karena burungnya mati, mereka berkata:

"Ustadz, jika hanya burung yang membuat ustadz sedih, kami sanggup menggantinya dengan yang bisa berdzikir juga. Tak perlu ustadz bermurung hingga sedemikian lamanya!"

Sang Ustadz menjawab: "Aku bukan bersedih karena burung itu."

Para Santri: "Lantas kenapa ustadz?"

Sang Ustadz: "Kalian melihat bagaimana burung itu sekarat setelah tertabrak?"

Para Santri: "Ya, kami melihatnya."

Sang Ustadz: "Burung itu hanya bersuara KKKKAAKK, KKKKHHEEK, KKKKAAKK, KKKKHHEEK,,, padahal sudah terlatih berdzikir sedemikian rupa, namun saat merasakan PERIHNYA sakaratul maut menjemput, hanya perih yang terasa.

Lalu aku teringat diriku, yang setiap hari terbiasa berdzikir, JANGAN-JANGAN NASIBKU SAMA SEPERTI BURUNG ITU, TAK KUAT MENAHAN SAKARAT LALU BUKAN DZIKIR YANG KUUCAPKAN.




Padahal burung itu tidak diganggu setan saat sakaratul maut, sedangkan manusia diganggu setan saat sakaratul maut. Tidak ada yang tahu bagaimana keadaan kita mati, khusnul khotimah ataukah su'ul khotimah?"

Para Santri pun terdiam dan membenarkan Sang Ustadz, dan mereka pun ikut murung memikirkan hal yang serupa dengan Ustadz-nya.:

Lalu bagaimana keadaan kita saat menjemput sakaratul maut nanti ?

NB : Sebagai ikhtiar kita utk bisa Khusnul Khotimah, marilah kita bersama2 utk menjaga dan terus meningkatkan kulaitas ibadah kita, dan biasakan utk membaca doa " Selamat " setiap habis Sholat 5 waktu. Karena dalam doa selamat ada permohonan keselamatan agama, jasamani rohani, keberkahan rezeki, dan diberikan rahmat dan keselamatan dan kemudahan ketika menghadapi kematian kelak

Debat seorang dosen liberal dengan mahasiswa "tentang Al-Qur'an"



Dosen: "Saya bingung. Banyak Umat Islam di seluruh dunia lebay. Kenapa harus protes dan demo besar-besaran cuma karena tentara amerika menginjak, meludahi dan mengencingi Al-Quran? Wong yang dibakar kan cuma kertas, cuma media tempat Quran ditulis saja kok. Yang Qurannya kan ada di Lauh Mahfuzh. Dasar ndeso. Saya kira banyak muslim yang mesti dicerdaskan."

Meskipun pongah, namun banyak mahasiswa yang setuju dengan pendapat dosen liberal ini. Memang Qur'an kan hakikatnya ada di Lauh Mahfuz.
Tak lama sebuah langkah kaki memecah kesunyian kelas. Sang
mahasiswa kreatif mendekati dosen kemudian mengambil diktat kuliah si dosen, dan membaca sedikit sambil sesekali menatap tajam si dosen.
Kelas makin hening, para mahasiswa tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Mahasiswa: "Wah, saya sangat terkesan dengan hasil analisa bapak yg ada disini."ujarnya-­ sambil membolak balik halaman diktat tersebut.

"Hhuuhhh...."semua orang di kelas itu lega karena mengira ada yang tidak beres.

Namun Tiba-tiba sang mahasiswa meludahi, menghempaskan dan kemudian menginjak-injak-­ diktat dosen tersebut. Kelas menjadi heboh. Semua orang kaget, tak terkecuali si dosen liberal.

Dosen: "kamu?! Berani melecehkan saya?! Kamu tahu apa yang kamu lakukan?! Kamu menghina karya ilmiah hasil pemikiran saya?! Lancang kamu ya?!"

Si dosen melayangkan tangannya ke arah kepala sang mahasiswa kreatif, namun ia dengan cekatan menangkis dan menangkap tangan si dosen.

Mahasiswa: "Marah ya pak? Saya kan cuma nginjak kertas pak. Ilmu dan pikiran yang bapak punya kan ada di kepala bapak. Ngapain bapak marah kalau yang saya injak cuma media buku kok. Wong yang saya injak bukan kepala bapak. Kayaknya bapak yang perlu dicerdaskan ya??"

Si dosen merapikan pakaiannya dan segera meninggalkan kelas dengan perasaan malu yang amat sangat. Cepeek deeh..!!

"Itulah salah satu hukuman langsung dri Allah Ta'ala bagi siapa saja yang ingin mempermainkan atau mencaci maki Agama-Nya."

Pelajaran yang sangat berharga dari kisah di atas:

Tanamkanlah Aqidah yang benar kepada buah hati anda, Aqidah yang bersumber dari mata air yang Murni, yang tidak tercampur dengan kotoran Syirik, Bid'ah dan Khurafat, Yaitu Al Qur'an dan Sunnah Nabi -Shallallahu Alaihi wa Sallam- sesuai dengan pemahaman para As Salaf As Shaleh (Sahabat, Tabi'in, dan Tabi'ut Tabi'in serta para ulama yang meniti jalan mereka).

Dengan Aqidah dan keyakina yang benar, Allah Ta'ala akan menjaga seseorang dari penyimpangan, baik lahir dan batin.

Semoga Allah Ta'ala menunjukkan kepada kita kebenaran adalah kebenaran, serta memudahkan kita untuk mengikutinya, dan memperlihatkan kepada kita yang bathil itu adalah sebuah kebathilan, serta memudahkan kita untuk menjauhinya, karena betapa banyak org yang tau itu kebenaran, namun Allah Subhanahu Wa Ta'ala tdk mmberikannya hidayah utk mengikutinya, dan betapa banyak
org yg tau bahwa itu kebathilan, namun dia tidak diberikan hidayah untuk menjauhinya.

Mintalah kepada Allah Ta'ala hidayah Taufiq, agar dimudahkan untuk istiqamah di atas kebenaran.

Obrolan Ustad dengan orang kafir "ustad jilid 2"


MENGAPA UMAT ISLAM MENGHADAP KA'BAH UNTUK MENYEMBAH ALLAH

berikut kisah meraiknya :

Percakapan orang kafir "si A" dengan seorang ustadz..

suatu sore Ustad kedatangan tamu yg tidak diundang lagi,

Si A : mengapa orang Islam menyembah kotak hitam?

Ustadz : anda salah, Umat Islam tidak menyembah kotak hitam, tapi menyembah Allah.

Si A : bukankah orang Islam shalat menghadap Ka'bah, satu kotak yang berwarna hitam? Apakah Allah itu ada di dalam Ka'bah? kok saya tidak melihatnya?

Belum sempat sang ustadz menjawab, terdengar handphone nya si A berbunyi. Si A menjawab panggilan teleponnya, sementaran sang ustadz dengan sabar menanti. Setelah si A selesai menjawab panggilan di handphone nya, dia memandang sang ustadz. Sang ustadz tersenyum.

Si A : mengapa tersenyum? Apa jawaban dari pertanyaan saya tadi?

Ustadz : maaf perlukah saya menjawab pertanyaan anda?

Si A : ah, pasti kamu tidak bisa menjawab bukan? dengan nada angkuh.

Ustadz : bukan itu maksud saya. Tapi saya rasa anda sudah tau jawabannya, hanya saja anda masih kurang menyadarinya..

Si A : mengapa kamu bicara begitu?

Ustadz : tadi saya lihat anda bicara sendiri, ketawa dan tersenyum sendiri. Dan anda mencium HP itu sambil bicara "I love u beb"...

Si A : saya tidak bicara sendiri. Saya bicara dengan istri saya. Dia yang telfon saya tadi.

Ustadz : mana istrimu? Saya tak melihatnya.. ??

Si A : istri saya di Tuban. Dia telfon saya, saya jawab menggunakan telpon. Apa masalahnya? [nada marah]

Ustadz : boleh saya lihat HP kamu?

Si A mengulurkan HPnya kepada sang ustadz.
Sang ustadz menerimanya, lalu membolak-balikan HP itu,
menggoncang-goncangnya,
mengetuk-ngetukHP tersebut ke meja.
Lantas sang ustadz menghempaskannya sekuat tenaga ke lantai..
PRAKKK..PECAH..

Muka si A merah menahan marah.
Sementara sang ustadz menatapnya sambil tersenyum..

Ustadz : mana istrimu? Saya lihat dia tidak ada disini. Saya pecahkan HP ini pun istrimu tetap tak terlihat di dalamnya?

Si A : mengapa kamu bodoh sekali? Teknologi sudah maju. Kita bisa berbicara jarak jauh menggunakan telfon, Apa kamu tak bisa menggunakan otakmu? 

Ustadz : Alhamdulillah "sambil tersenyum". Begitu juga halnya dengan Allah SWT.
Umat Islam shalat menghadap Ka'bah bukan berarti umat Islam menyembah Ka'bah.
Tetapi umat Islam shalat atas arahan Allah. Allah mengarahkan umat Islam untuk shalat menghadap Ka'bah juga bukan berarti Allah ada di dalam Ka'bah.

"Begitu juga dengan dirimu dan istrimu.
Istrimu menelfon menggunakan HP,
ini bukan berarti istrimu ada di dalam HP."

Tetapi ketentuan telekomunikasi menetapkan peraturan,
kalau ingin bicara lewat telfon harus tekan nomor yang tepat,
barulah akan tersambung dan kau bisa berbicara melalu HP meski istrimu tak ada di dalamnya.
begitulah cara kami  berinteraksi dengan memuliakan Allah Subhanahu Wa Ta'ala dengan cara shalat, semuanya juga harus ada aturan!

Ustadz: ini uang untuk mengganti hp kamu yg sudah saya rusakan.

Si A : "hanya bisa melongo, dan mukanya merah padam dan segera berlalu meninggalkan sang Ustad"

Kamis, 19 Desember 2013

SEORANG ANAK YANG RELA MENGORBANKAN HATINYA UNTUK AYAHNYA

Tidak banyak dari setiap anak anak didunia ini yang mau berkorban untuk kedua orang tuanya, terutama untuk ayah tercinta, berikut adalah kisah yang sangat menyentuh, karna ada seorang anak yg rela mengorbakan sepotong hatinya untuk didonorkan kepada sang ayah..
berikut kisahnya...


Abdurrahman bin Auf, Sahabat Bertangan Emas

 Abdurrahman bin Auf termasuk kelompok delapan orang yang mula-mula masuk Islam. Ia juga tergolong sepuluh sahabat yang diberi kabar gembira oleh Rasulullah karena akan masuk surga.
Abdurrahman bin Auf juga termasuk enam orang sahabat yang bermusyawarah dalam pemilihan khalifah setelah Umar bin Al-Khathab. Di samping itu, ia adalah seorang mufti yang dipercayai Rasulullah berfatwa di Madinah selama Rasul masih hidup.
Pada masa Jahiliyah, ia dikenal dengan nama Abd Amr. Setelah masuk Islam, Rasulullah memanggilnya Abdurrahman bin Auf. Ia memeluk Islam sebelum Rasulullah menjadikan rumah Al-Arqam sebagai pusat dakwah. Ia mendapatkan hidayah dari Allah dua hari setelah Abu Bakar Ash-Shiddiq memeluk Islam.
Seperti kaum Muslimin yang pertama-tama masuk Islam lainnya, Abdurrahman bin Auf tidak luput dari penyiksaan dan tekanan dari kaum kafir Quraisy. Namun ia tetap sabar dan tabah. Abdurrahman turut hijrah ke Habasyah bersama kawan-kawan seiman untuk menyelamatkan diri dan agama dari tekanan Quraisy.
Tatkala Rasulullah SAW dan para sahabat diizinkan Allah hijrah ke Madinah, Abdurrahman menjadi pelopor kaum Muslimin. Di kota yang dulu bernama Yatsrib ini, Rasulullah mempersaudarakan orang-orang Muhajirin dan Anshar. Abdurrahman bin Auf dipersaudarakan dengan Sa'ad bin Rabi Al-Anshari.
Sa'ad termasuk orang kaya diantara penduduk Madinah, ia berniat membantu saudaranya dengan sepenuh hati, namun Abdurrahman menolak. Ia hanya berkata, "Tunjukkanlah padaku di mana letak pasar di kota ini!"
Sa'ad kemudian menunjukkan padanya di mana letak pasar. Maka mulailah Abdurrahman berniaga di sana. Belum lama menjalankan bisnisnya, ia berhasil mengumpulkan uang yang cukup untuk mahar nikah. Ia pun mendatangi Rasulullah seraya berkata, "Saya ingin menikah, ya Rasulullah," katanya.
"Apa mahar yang akan kau berikan pada istrimu?" tanya Rasul SAW. "Emas seberat biji kurma," jawabnya.Rasulullah bersabda, "Laksanakanlah walimah (kenduri), walau hanya dengan menyembelih seekor kambing. Semoga Allah memberkati pernikahanmu dan hartamu."
Sejak itulah kehidupan Abdurrahman menjadi makmur. Seandainya ia mendapatkan sebongkah batu, maka di bawahnya terdapat emas dan perak. Begitu besar berkah yang diberikan Allah kepadanya sampai ia dijuluki 'Sahabat Bertangan Emas'.
Pada saat Perang Badar meletus, Abdurrahman bin Auf turut berjihad fi sabilillah. Dalam perang itu ia berhasil menewaskan musuh-musuh Allah, di antaranya Umar bin Utsman bin Ka'ab At-Taimy. Begitu juga dalam Perang Uhud, dia tetap bertahan di samping Rasulullah ketika tentara Muslimin banyak yang meninggalkan medan perang.
Abdurrahman bin Auf adalah sahabat yang dikenal paling kaya dan dermawan. Ia tak segan-segan mengeluarkan hartanya untuk jihad di jalan Allah.
Pada waktu Perang Tabuk, Rasulullah memerintahkan kaum Muslimin untuk mengorbankan harta benda mereka. Dengan patuh Abdurrahman bin Auf memenuhi seruan Nabi SAW. Ia memelopori dengan menyerahkan dua ratus uqiyah emas.
Mengetahui hal tersebut, Umar bin Al-Khathab berbisik kepada Rasulullah, "Sepertinya Abdurrahman berdosa karena tidak meninggalkan uang belanja sedikit pun untuk keluarganya."
Rasulullah bertanya kepada Abdurrahman, "Apakah kau meninggalkan uang belanja untuk istrimu?" "Ya," jawabnya. "Mereka kutinggalkan lebih banyak dan lebih baik daripada yang kusumbangkan."
"Berapa?" tanya Rasulullah."Sebanyak rezeki, kebaikan, dan pahala yang dijanjikan Allah."
Pasukan Muslimin berangkat ke Tabuk. Dalam kesempatan ini, Allah memuliakan Abdurrahman dengan kemuliaan yang belum pernah diperoleh siapa pun. Ketika waktu shalat tiba, Rasulullah terlambat datang.
Maka Abdurrahman bin Auf yang menjadi imam shalat berjamaah. Setelah hampir selesai rakaat pertama, Rasulullah tiba, lalu shalat di belakangnya dan mengikuti sebagai makmum. Sungguh tak ada yang lebih mulia dan utama daripada menjadi imam bagi pemimpin umat dan pemimpin para nabi, yaitu Muhammad SAW.
Setelah Rasulullah wafat, Abdurrahman bin Auf bertugas menjaga kesejahteraan dan keselamatan Ummahatul Mukminin (para istri Rasulullah). Dia bertanggung jawab memenuhi segala kebutuhan mereka dan mengadakan pengawalan bagi ibu-ibu mulia itu bila mereka bepergian.
Suatu ketika Abdurrahman bin Auf membeli sebidang tanah dan membagi-bagikannya kepada Bani Zuhrah, dan kepada Ummahatul Mukminin. Ketika jatah Aisyah ra disampaikan kepadanya, ia bertanya, "Siapa yang menghadiahkan tanah itu buatku?"
"Abdurrahman bin Auf," jawab si petugas. Aisyah berkata, "Rasulullah pernah bersabda, 'Tidak ada orang yang kasihan kepada kalian sepeninggalku kecuali orang-orang yang sabar."
Begitulah, doa Rasulullah bagi Abdurrahman bin Auf terkabulkan. Allah senantiasa melimpahkan berkah-Nya, sehingga ia menjadi orang terkaya di antara para sahabat. Bisnisnya terus berkembang dan maju.
Semakin banyak keuntungan yang ia peroleh semakin besar pula kedermawanannya. Hartanya dinafkahkan di jalan Allah, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Walau termasuk konglomerat terbesar pada masanya, namun itu tidak memengaruhi jiwanya yang dipenuhi iman dan takwa.
Berbahagialah Abdurrahman bin Auf dengan limpahan karunia dan kebahagiaan yang diberikan Allah kepadanya.
Ketika wafat, jenazahnya diiringi oleh para sahabat mulia seperti Sa'ad bin Abi Waqqash dan yang lain. Dalam kata sambutannya, Khalifah Ali bin Abi Thalib berkata, "Engkau telah mendapatkan kasih sayang Allah, dan engkau berhasil menundukkan kepalsuan dunia. Semoga Allah selalu